Rekor aku 1949,69 meter. Kamu?
14 Juli 2010
Bakeneko / Nekomata - Kucing Berkekuatan Supranatural
Pada zaman dahulu kala, ketika samurai dan ninja masih menguasai Jepang, kucing adalah salah satu hewan yang sangat ditakuti. Kucingnya lebih sering dikenal dengan nama Bakeneko dan Nekomata.

Dalam cerita dongeng Jepang, setiap kucing yang hidup lebih dari 13 tahun, mencapai berat 3,75 kg, atau diperbolehkan untuk mempunyai ekor yang panjang, bisa menjadi Bakeneko (化け猫) atau siluman kucing.
Konon siluman kucing ini bisa memakan apapun dan siapapun yang ada di hadapannya. Dan ketika ekor Bakeneko tumbuh cukup panjang, ekornya akan terbelah menjadi dua, lalu berubah menjadi Nekomata.

Pada awal abad ke-17, hewan kucing dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk memakan tikus-tikus yang mengancam ulat sutra. Pada waktu itu kucing tidak boleh diperjual-belikan dan mereka dilepas begitu saja, bebas berkeliaran di sekitar desa dan kota.
Cerita tentang kucing-kucing jalanan yang ganas akhirnya menjadi dongeng terkenal dari generasi ke generasi. Ada banyak orang yang membicarakan tentang kemampuan supranatural yang dimiliki Bakeneko dan Nekomata.
Mereka bisa berbicara dengan bahasa manusia (bahasa Jepang tentu saja), mereka bisa berjalan dengan dua kaki, membunuh manusia kemudian berubah bentuk menjadi korbannya, dan bahkan membangkitkan orang mati untuk menghantui yang masih hidup.
Karena cerita-cerita mengerikan itu, banyak orang Jepang yang memotong ekor kucing untuk menghentikan mereka berubah menjadi siluman. Itu sebabnya pula muncul satu jenis ras kucing baru yang ekornya bulat seperti ekor kelinci.
Namanya ras kucing Japanese Bobtail.

Ada juga cerita seperti ini... suatu hari seekor kucing sedang menghangatkan dirinya di dekat perapian. Tapi karena terlalu dekat, ekornya sampai terbakar. Kaget dan ketakutan, sang kucing berlari-lari mengitari satu desa dan ekornya mengenai rumah-rumah disana (zaman dulu kan semuanya terbuat dari kayu) sampai satu desa hangus.
Saat kaisar Jepang mengetahui hal ini, dia mengira kucing tersebut adalah siluman Nekomata dan langsung memerintahkan rakyatnya untuk memotong semua ekor kucing yang panjang.
Kasihan banget.

Dalam cerita dongeng Jepang, setiap kucing yang hidup lebih dari 13 tahun, mencapai berat 3,75 kg, atau diperbolehkan untuk mempunyai ekor yang panjang, bisa menjadi Bakeneko (化け猫) atau siluman kucing.
Konon siluman kucing ini bisa memakan apapun dan siapapun yang ada di hadapannya. Dan ketika ekor Bakeneko tumbuh cukup panjang, ekornya akan terbelah menjadi dua, lalu berubah menjadi Nekomata.
Pada awal abad ke-17, hewan kucing dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk memakan tikus-tikus yang mengancam ulat sutra. Pada waktu itu kucing tidak boleh diperjual-belikan dan mereka dilepas begitu saja, bebas berkeliaran di sekitar desa dan kota.
Cerita tentang kucing-kucing jalanan yang ganas akhirnya menjadi dongeng terkenal dari generasi ke generasi. Ada banyak orang yang membicarakan tentang kemampuan supranatural yang dimiliki Bakeneko dan Nekomata.
Mereka bisa berbicara dengan bahasa manusia (bahasa Jepang tentu saja), mereka bisa berjalan dengan dua kaki, membunuh manusia kemudian berubah bentuk menjadi korbannya, dan bahkan membangkitkan orang mati untuk menghantui yang masih hidup.
Karena cerita-cerita mengerikan itu, banyak orang Jepang yang memotong ekor kucing untuk menghentikan mereka berubah menjadi siluman. Itu sebabnya pula muncul satu jenis ras kucing baru yang ekornya bulat seperti ekor kelinci.
Namanya ras kucing Japanese Bobtail.
Ada juga cerita seperti ini... suatu hari seekor kucing sedang menghangatkan dirinya di dekat perapian. Tapi karena terlalu dekat, ekornya sampai terbakar. Kaget dan ketakutan, sang kucing berlari-lari mengitari satu desa dan ekornya mengenai rumah-rumah disana (zaman dulu kan semuanya terbuat dari kayu) sampai satu desa hangus.
Saat kaisar Jepang mengetahui hal ini, dia mengira kucing tersebut adalah siluman Nekomata dan langsung memerintahkan rakyatnya untuk memotong semua ekor kucing yang panjang.
Kasihan banget.
10 Juli 2010
[Video] Pertandingan Makhluk Laut
Di Jepang ada aja acara TV aneh-aneh yang bisa kamu nonton. Dan TV Tokyo termasuk channel yang paling sering dicari orang.

Indonesia Masuk Peringkat 5 Besar Dunia!
Jarang-jarang kan Indonesia masuk peringkat 5 besar dunia?
Nah sekarang negara kita yang tercinta ini tepatnya berada di peringkat 4 dunia dalam hal konsumsi rokok per tahun.

Negara kecil seperti Jepang rupanya sangat kuat dalam merokok sampai-sampai melewati Amerika Serikat (yang penduduknya lebih dari 300 juta), Indonesia (220 juta), dan Rusia (140 juta). China merebut posisi pertama dengan gampang karena posisi keduanya saja udah terlalu jauh.
Pemerintah Jepang sudah mulai menggalakkan gerakan anti-rokok karena mengkhawatirkan satu kondisi dimana para pemuda jaman sekarang tidak akan hidup lebih dari 70 tahun karena pengaruh gaya hidup.
Sedangkan pemerintah Indonesia mengkhawatirkan satu kondisi dimana perusahaan rokok tidak akan hidup lebih dari 70 tahun karena pengaruh tekanan dunia.
Nah sekarang negara kita yang tercinta ini tepatnya berada di peringkat 4 dunia dalam hal konsumsi rokok per tahun.
Negara kecil seperti Jepang rupanya sangat kuat dalam merokok sampai-sampai melewati Amerika Serikat (yang penduduknya lebih dari 300 juta), Indonesia (220 juta), dan Rusia (140 juta). China merebut posisi pertama dengan gampang karena posisi keduanya saja udah terlalu jauh.
Pemerintah Jepang sudah mulai menggalakkan gerakan anti-rokok karena mengkhawatirkan satu kondisi dimana para pemuda jaman sekarang tidak akan hidup lebih dari 70 tahun karena pengaruh gaya hidup.
Sedangkan pemerintah Indonesia mengkhawatirkan satu kondisi dimana perusahaan rokok tidak akan hidup lebih dari 70 tahun karena pengaruh tekanan dunia.
Karakter Anime Yang Menjadi Pelayan
Beberapa hari yang lalu ada artikel mengenai monyet yang menjadi pelayan di sebuah restoran. Sekarang bagaimana kalau karakter-karakter anime yang menjadi pelayan?

Maid Cafe memang selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat, terutama para otaku mania di Jepang yang berjenis kelamin laki-laki.
Barita baik untuk kalian karena Kigurumi Café Aokazetei akan mempersiapkan 8-10 orang yang berkostum ala anime dari ujung rambut sampe ujung kaki. Cosplay seperti ini biasanya disebut juga kigurumi, doller, atau animegao.






Maid Cafe memang selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat, terutama para otaku mania di Jepang yang berjenis kelamin laki-laki.
Barita baik untuk kalian karena Kigurumi Café Aokazetei akan mempersiapkan 8-10 orang yang berkostum ala anime dari ujung rambut sampe ujung kaki. Cosplay seperti ini biasanya disebut juga kigurumi, doller, atau animegao.
11 Juni 2010
Wanita Jepang Mulai Berpikir Istri Harus Di Rumah
Jepang memang berbanding terbalik dengan Indonesia.
Akhirnya! Wanita Jepang mulai berpikir istri harus tinggal di rumah untuk fokus pada pekerjaan rumah tangga dan perawatan anak.
Akhirnya! Wanita Jepang mulai berpikir istri harus tinggal di rumah untuk fokus pada pekerjaan rumah tangga dan perawatan anak.
Sebuah survei skala nasional - yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali oleh Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan dengan Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Keamanan Sosial - adalah survey yang dilakukan terhadap 13.000 rumah tangga termasuk 6.870 wanita yang telah menikah di bawah 70 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 45 persen responden percaya bahwa "suami harus bekerja di luar dan istri tinggal di rumah dan fokus pada pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak."
Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir hasil survey menunjukkan bahwa jumlah perempuan menikah yang mendukung nilai-nilai tradisional peran seorang istri dalam rumah tangga telah meningkat.
Pada tahun-tahun sebelumnya banyak wanita muda di Jepang berpendapat bahwa para istri harus mengejar karir dan uang (karena mereka memang suka bekerja) sementara para suami terserah mau di rumah atau juga ikut bekerja.
Kalo pendapat kamu?
Cheerleader Berusia 78 Tahun Cuma Ada Di Jepang
Waktu aku pertama kali mendengar ada cheerleader yang berusia 78 tahun di Jepang yang memakai wig perak metalik dan pom-pom berwarna emas saat dia melompat dan menari dalam kostum mengkilat merahnya, itu langsung membuat aku penasaran ingin melihat kayak gimana sih orangnya...

Ya kayak gitulah.
Segar, berenergi, dan penuh dengan suka cita. Kita tahu bahwa orang-orang Jepang hidup lebih lama dari rata-rata orang Asia. Menurut data terbaru dari organisasi kesehatan dunia WHO, harapan hidup seorang wanita Jepang tetap di peringkat nomor satu (mencapai usia 86 tahun), tapi aku belum pernah mendengar ada cheerleader yang berusia diatas 30, 40, atau bahkan 50 tahun.
Sampai Fumie Takino muncul.

Takino memulai kelompok pemandu sorak-nya "Japan Pom Pom" tepat 15 tahun yang lalu dan sekarang usia rata-rata anggotanya adalah 66. Yang tertua adalah Takino sendiri yang saat ini berusia 78 tahun.
Mereka semua tampak seperti para warga senior Jepang pada umumnya, sampai mereka berubah dengan mengenakan pakaian yang mencolok dan menari seiring dengan musik beat berdenyut, melompat dan menendang-nendang kaki mereka.
Takino mengatakan bahwa ketika ia pertama kali menjadi pemandu sorak, keluarganya membenci dirinya yang mengenakan kostum ketat dengan rok mini karena mereka semua malu.
"Siapa yang peduli?" Jawabnya. "Aku hanya pakai yang aku suka."

Ya kayak gitulah.
Segar, berenergi, dan penuh dengan suka cita. Kita tahu bahwa orang-orang Jepang hidup lebih lama dari rata-rata orang Asia. Menurut data terbaru dari organisasi kesehatan dunia WHO, harapan hidup seorang wanita Jepang tetap di peringkat nomor satu (mencapai usia 86 tahun), tapi aku belum pernah mendengar ada cheerleader yang berusia diatas 30, 40, atau bahkan 50 tahun.
Sampai Fumie Takino muncul.
Takino memulai kelompok pemandu sorak-nya "Japan Pom Pom" tepat 15 tahun yang lalu dan sekarang usia rata-rata anggotanya adalah 66. Yang tertua adalah Takino sendiri yang saat ini berusia 78 tahun.
Mereka semua tampak seperti para warga senior Jepang pada umumnya, sampai mereka berubah dengan mengenakan pakaian yang mencolok dan menari seiring dengan musik beat berdenyut, melompat dan menendang-nendang kaki mereka.
Takino mengatakan bahwa ketika ia pertama kali menjadi pemandu sorak, keluarganya membenci dirinya yang mengenakan kostum ketat dengan rok mini karena mereka semua malu.
"Siapa yang peduli?" Jawabnya. "Aku hanya pakai yang aku suka."
Langganan:
Postingan (Atom)

