Tampilkan postingan dengan label SURVEY ORANG JEPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SURVEY ORANG JEPANG. Tampilkan semua postingan

14 Februari 2013

Aku Tidak Mau...Sendirian

Beberapa acara akan sangat menyenangkan jika kita lakukan beramai-ramai. Beberapa acara lainnya baru akan menyenangkan jika kita lakukan dengan sendirian. Dan acara-acara tertentu tidak akan menyenangkan tanpa ditemani orang yang kita kasihi seperti pacar, suami atau istri.

Aku Tidak Mau Sendirian

Sebuah situs penelitian yang baru saja mensurvei lebih dari seribu penggunanya tentang kegiatan-kegiatan apa saja yang tidak akan menyenangkan, bahkan bisa menyakitkan hati diri sendiri, jika kita lakukan tanpa pasangan kita. Berikut adalah hasilnya (mereka yang disurvei bisa mencentang beberapa jawaban sekaligus):

9. Berolahraga sendirian: 1,9%


8. Makan di restoran ramen sendirian: 1,9%


7. Jalan-jalan sendirian: 2%


6. Nonton film di bioskop sendirian: 2,3%


5. Pergi ke konser sendirian: 6,4%


4. Pergi ke karaoke sendirian: 13,3%


3. Pergi ke bar/cafe sendirian: 21,5%


2. Pergi ke restoran yakiniku sendirian: 23,4%


1. Pergi ke taman hiburan sendirian: 53,7%


Coba perhatikan, waktu kita masuk ke sebuah restoran pertama kali, salah seorang pelayan pasti akan datang menyambut kita dan menanyakan sebuah pertanyaan; "Meja untuk berapa orang, kak/pak/bu?" - Ini adalah pertanyaan yang normal, tapi kayaknya akan sangat aneh kalau kita menjawab; "Untuk orang aja."

Hasil jajak pendapat juga menyatakan bahwa orang-orang yang datang makan ke sebuah restoran seorang diri umumnya dipandang sebagai sesuatu yang menyedihkan ketika orang lain biasanya pergi dengan teman-teman mereka, keluarga, atau kekasih. Baru-baru ini, sudah ada kecenderungan untuk membuat beberapa jenis kegiatan seorang diri menjadi kurang menyedihkan, misalnya seperti tempat-tempat karaoke di Jepang yang mengkhususkan diri dalam melayani pelanggan yang ingin menyanyi sendiri (meskipun masih kelihatan aneh).

Tapi kalau di Indonesia, rasanya jarang kalau orang datang makan sendirian di restoran. Mereka umumnya ya pesan makanan lewat telepon atau datang pesan dan langsung bawa pulang. Nonton film di bioskop sendirian? Aku pernah. Cuek aja. :)


5 Desember 2012

Kursus Kilat Untuk Menjadi Santa Claus Jepang

Melakukan trik sulap dan bersahut 'Ho ho ho!' adalah bagian dari kursus untuk menjadi Santa di Jepang, setidaknya itulah yang diajarkan di Tokyo Santa Claus Academy yang melatih para calon Santa di negeri yang terkenal dengan anime dan manga ini. Pada akhir pekan lalu, 88 orang Jepang, mulai dari yang muda sampai yang tua, masuk sekolah unik di distrik Roppongi, Tokyo, untuk mengikuti kursus kilat bagaimana cara berperilaku sebagai "Santa-san" untuk meramaikan suasana natal di Jepang.

"Ada banyak anak-anak yang tidak percaya Santa Claus lagi," kata Masaki Azuma, sang kepala sekolah Tokyo Santa Claus Academy. "Jadi saya berkata kepada diri sendiri, 'Mari kita bawa Santa Claus kembali.'"

Kursus Kilat Untuk Menjadi Santa Claus Jepang

Sesi pagi dimulai dengan Masaki-san yang melatih para siswa untuk mempunyai pola pikir, sifat dan kebiasaan yang sama dengan Santa Claus, seperti misalnya; mendengarkan permintaan anak-anak, suka minum susu dan selalu membawa hadiah. Masaki-san juga mengajari mereka beberapa trik sulap untuk mencairkan suasana.

Sesi terakhir dikhususkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang sering kali diberikan oleh anak-anak, misalnya seperti "Rumah saya tidak memiliki cerobong asap dan kami juga memiliki sistem keamanan yang memonitor rumah, jadi bagaimana Santa-san bisa datang dan memberikan saya hadiah?" Iya, susah juga menjawabnya ya.

Meskipun umurnya Masaki-san mendekati 70 tahun, Masaki-san telah berjanji untuk terus mengajar di sekolahnya sampai dia tidak bisa berdiri lagi. "Meskipun jaman berubah terus, Santa Claus adalah sosok yang perlu hidup dalam hati setiap orang," katanya sambil bersahut 'Ho ho ho!'

2 November 2012

Hari Sushi: 1 November

Meskipun hari ini bukan hari libur nasional, tanggal 1 November dikenal sebagai "Hari Sushi" ("Sushi no hi" atau すし の 日) di Jepang. Hari ini sebagian besar orang Jepang merayakannya dengan, tentu saja, memakan sushi.

Hari Sushi dimulai pada tahun 1961 oleh salah satu organisasi serikat penjual sushi sebagai cara untuk mempromosikan makanan tersebut. Bulan November dipilih karena padi telah dipanen dan makanan laut dipercaya paling lezat selama periode ini. Untuk meramaikannya, hampir semua restoran sushi memberikan sushi gratis atau potongan harga ke konsumen yang datang.

Sekarang, mari kita simak video orang melahap sushi hidup berikut ini...

28 Januari 2011

5 Alasan Kenapa Otaku Disebut Pacar Terbaik

Sebuah survei terbaru di Jepang telah menyimpulkan bahwa otaku ternyata digemari oleh kalangan remaja putri.

otaku jepang

Survei yang diadakan oleh Sugoren memang sedang memperhatikan generasi otaku saat ini dan telah mengumpulkan beberapa alasan mengapa laki-laki kutu buku Jepang (alias otaku) bisa menjadi pacar terbaik yang pernah kalian miliki.

Para pembaca wanita memberikan pendapat mereka seperti ini...
1. Akses ke sebuah dunia yang tidak dikenal

"Pacar saya telah saya menghafal banyak nama karakter game. Pada awalnya memang sulit, tapi sekarang aku kecanduan dunia game. Saya telah belajar banyak hal tentang dunia otaku dan itu menyenangkan!"

2. Tempat kencan yang baru

"Saya pergi ke pasar komik untuk pertama kalinya. Ternyata sangat menyenangkan! Robot Gundam yang berukuran asli rupanya cukup mengesankan!"

3. Dapat dipercaya

"Otaku sejati tidak bisa menggoda gadis lain, jadi saya tidak perlu merasa cemburu. Jika pacar saya ternyata selingkuh, itu terjadi hanya dalam dua dimensi (tidak dengan gadis-gadis nyata, melainkan selingkuh dengan karakter manga)."

4. Rasa hormat yang tinggi

"Rasanya seperti dia telah menjadi guru saya."

"Aku juga otaku, tapi keahlian saya berbeda dengan pacar saya, dan masing-masing dari kami menghormati kepentingan yang lain. Kami tidak pernah bertengkar karena perbedaan pendapat."

5. Seorang ahli yang bisa diandalkan

"Dia tahu begitu banyak tentang produk elektronik, dan dia berhasil menemukan ponsel terbaik untuk saya."

"Pacarku merakit komputernya sendiri dari nol, ini artinya dia sangat mengerti soal komputer. Jadi kalau ada apa-apa dengan komputer saya, dia yang menyelesaikannya."

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju?

27 Januari 2011

Kabar Gembira Bagi Yang Punya Jerawat!

Kamu punya jerawat?

Jangan khawatir. Ternyata ada banyak orang Jepang yang berpikir kalau jerawat itu sebenarnya kawaii (lucu/menggemaskan).

jerawat halus orang jepang

jerawat orang jepang

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Club BBQ terhadap 1.081 responden, ada 59% orang Jepang yang menganggap jerawat halus (tidak banyak) pada remaja itu sebenarnya lucu dan menggemaskan. Dan terdapat 5% responden yang menganggap jerawat pada usia berapapun sangat lucu dan menggemaskan - bahkan jerawat yang ada di punggung dan dada kamu!

Gimana, merasa lebih baik? ^_^

11 Juni 2010

Wanita Jepang Mulai Berpikir Istri Harus Di Rumah

Jepang memang berbanding terbalik dengan Indonesia.

Akhirnya! Wanita Jepang mulai berpikir istri harus tinggal di rumah untuk fokus pada pekerjaan rumah tangga dan perawatan anak.

istri jepang

Sebuah survei skala nasional - yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali oleh Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan dengan Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Keamanan Sosial - adalah survey yang dilakukan terhadap 13.000 rumah tangga termasuk 6.870 wanita yang telah menikah di bawah 70 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 45 persen responden percaya bahwa "suami harus bekerja di luar dan istri tinggal di rumah dan fokus pada pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak."

Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir hasil survey menunjukkan bahwa jumlah perempuan menikah yang mendukung nilai-nilai tradisional peran seorang istri dalam rumah tangga telah meningkat.

Pada tahun-tahun sebelumnya banyak wanita muda di Jepang berpendapat bahwa para istri harus mengejar karir dan uang (karena mereka memang suka bekerja) sementara para suami terserah mau di rumah atau juga ikut bekerja.

Kalo pendapat kamu?




28 Desember 2009

3,7% Orang Jepang Masih Percaya Sinterklas

Berdasarkan survey iShare yang melibatkan lebih dari 500 responden, para orang tua di Jepang tampaknya sangat senang mengajari anak-anak mereka mengenai orang yang memberikan hadiah kepada di tengah malam, tapi hanya 3,7% orang dewasa yang masih mempercayai adanya Santa Claus atau Sinterklas.

Berikut adalah hasil surveynya...

"Apakah Anda mendapatkan hadiah Natal ketika anda masih kecil?"

Selalu 45,7%
Kadang-Kadang 29,4%
Jarang 17,4%
Tidak Pernah 7,6%


"Apakah anda percaya pada Santa Claus ketika anda masih kecil, bahkan hanya sedikit?"

Masih Percaya 3,7%
Dulu Percaya 53,2%
Diajarkan Orang Tua Tapi Gak Pernah Percaya 19.2%
Gak Pernah Diajarkan Orang Tua 23.8%


"Bagaimana anda tahu bahwa Santa tidak ada?"

Sadar Sendiri 23.6%
Teman-Teman Yang Memberitahu 15.3%
Orang Tua Yang Memberitahu 8.7%
Aku Melihat Orang Pakai Kostum Santa 6.9%
Kakak/Adik Yang Memberitahu 4.5%
Lainnya 5.2%
Tidak Ingat 35.8%


"Apakah anda ingin anak-anak anda percaya dengan Santa Claus?"

Ya 35.5%
Mungkin Ya 41.4%
Mungkin Tidak 10.9%
Tidak 12.2%


Sinterklas jepang