Tampilkan postingan dengan label ORANG JEPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ORANG JEPANG. Tampilkan semua postingan

8 Oktober 2013

Menu Raksasa Restoran Jepang

Sudah biasa kita melihat orang-orang Jepang yang bertubuh kecil dan ramping. Tapi bagaimana dengan porsi makanan mereka di restoran? Apa mereka memesan semangkok nasi kecil atau yang porsinya jumbo seperti dibawah ini?

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Beberapa restoran di Jepang menyediakan porsi makanan raksasa yang dinamakan porsi "mega" (メガ) atau "jumbo" (ジャンボ) dengan harga yang tentunya lebih fantastis dari porsi normal. Misalnya seperti yang dihidangkan oleh restoran Umewaka di kota Anjo. Sushi jumbo mereka dijual dengan harga ¥15,000 atau sekitar Rp. 1.500.000,- per porsi! Dan kalau kita ingin mencobanya, kita harus memesan (dan membayar) 2 hari sebelumnya terlebih dahulu.

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

Menu Raksasa Restoran Jepang

7 Oktober 2013

Seni Tutup Lubang Jalan Di Jepang

Orang Jepang tidak main-main dalam hal kreatifitas. Mereka mendukung penuh orang-orang yang berusaha mempercantik sesuatu dengan desain kreatif yang menawan. Contohnya bisa dilihat dari desain tutup lubang-lubang yang ada di jalan raya, di kuil, di taman, di sekolah, dan dimana-mana.

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Seni Lubang Jalan Di Jepang

Jadi, kalau suatu hari nanti kamu ada jalan-jalan ke Jepang, jangan lupa lihat apa yang kamu injak.

6 Oktober 2013

Di Jepang Kamu Bisa Sewa Orang Tua

Jepang adalah surganya bisnis sewa-menyewa. Kita bisa menyewa banyak hal mulai dari game, sepeda, teman, keluarga sampai orang tua. Ya, sekarang kita bisa sewa orang tua. Ossan Rental yang berbasis di Tokyo menawarkan jasa penyewaan orang tua dengan tarif 1.000 yen atau sekitar Rp. 100.000,- per jam.

Di Jepang Kamu Bisa Sewa Orang Tua


Di Jepang Kamu Bisa Sewa Orang Tua

Foto diatas adalah salah satu orang tua yang bisa kita sewa. Umurnya 46 tahun. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orang tua yang kita sewa? Memarahi kita karena tidak mengerjakan PR? Tidak. Kita bisa minta dia menemani kita jalan-jalan, makan bersama, minta nasehat tentang kehidupan dan cinta, memberikan ide saat kita membeli baju atau bahkan minta dia memuji kita.

Apa bisnis seperti ini bisa jalan? Apa ada yang mau sewa? Ternyata ada. Menurut situs Rental Share; sudah lebih dari 50 orang yang membeli jasa orang tua ini dan sebagian besar (70%) penyewa adalah wanita. Hebat juga.

17 September 2013

Ninja (Asli) Yang Terakhir Di Jepang?

Seorang mantan insinyur yang berusia 63 tahun berikut ini mungkin tidak sesuai dengan gambaran khas dari seorang pembunuh berpakaian gelap dengan senjata mematikan dan bisa menghilang ke dalam bom asap. Tapi Jinichi Kawakami dipercaya sebagai ninja terakhir di Jepang. Yang asli, bukan ninja-ninjaan.

Jinichi Kawakami

Dia adalah ketua dari klan "Ban", salah satu suku ninja yang sejarahnya dapat ditelusuri hingga 500 tahun yang lalu. Jinichi dianggap oleh beberapa orang sebagai penjaga terakhir rahasia mata-mata Jepang yang masih hidup sampai hari ini.

Jinichi pertama kali masuk ke dunia ninja pada usia enam tahun, tapi dia tidak bisa mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan sang guru, Masazo Ishida, seorang pria yang selalu berpakaian sebagai biksu Buddha. "Saya terus berlatih tanpa mengetahui apa yang benar-benar saya lakukan. Setelah lama kemudian saya baru menyadari bahwa saya sedang berlatih ninjutsu (seni beladiri ninja)."

"Untuk konsentrasi, saya melihat sumbu lilin sampai saya punya perasaan bahwa saya benar-benar berada di dalamnya. Saya juga berlatih mendengar suara jarum jatuh di lantai," katanya. Dia juga berlatih memanjat dinding, melompat dari ketinggian dan belajar bagaimana mencampur bahan kimia untuk menciptakan ledakan dan bom asap.

"Saya juga dilatih untuk menahan panas dan dingin serta rasa sakit dan kelaparan. Semua latihan itu sulit dan menyakitkan, tapi saya tidak pernah berpikir mengapa saya melakukan hal itu. Latihan-latihan itu dibuat untuk menjadi bagian dari hidup saya," katanya sambil menunjukkan beberapa alat dan teknik yang digunakan dalam tugas spionase dan sabotase pada masa lalu.

Tepat sebelum dia berumur 19 tahun, Jinichi sudah mewarisi gelar master dan mempunyai gulungan-gulungan rahasia persis seperti yang kita sering lihat di anime dan manga. "Seni ninjitsu terletak di pergerakan yang tidak disadari oleh musuh, bukan dengan kekerasan brutal."

Ninja (Asli) Yang Terakhir Di Jepang?

Saat ini para ninja hanya hidup dalam cerita-cerita fiksi atau digunakan untuk mempromosikan kota Iga, yang terletak sekitar 350 kilometer dari Tokyo, dekat dengan ibukota kekaisaran kuno, Kyoto, yang dulunya rumah bagi banyak ninja.

Jinichi berpikiran bahwa dirinya disebut-sebut sebagai ninja terakhir mungkin karena tidak ada lagi orang yang belajar semua keterampilan ninja secara langsung dari seorang guru besar ninja. "Ninja yang sesungguhnya sudah tidak ada lagi sekarang," katanya sambil menegaskan bahwa dia adalah ketua klan "Ban" yang terakhir. Tidak akan ada orang yang mewarisi posisinya karena dia menganggap bahwa ninja sudah tidak cocok lagi hidup di dunia modern.


16 Agustus 2013

Perawatan Wajah Ala Siput

Suka dengan siput? Bagaimana rasanya kalau siput-siput jalan merangkak di muka kamu? Geli dan jijik? Manami Takamura, staf di salon Ci:z.Labo, menjelaskan tentang keuntungan-keuntungan yang dimiliki seekor siput. "Lendir siput dapat membantu melepas sel-sel kulit mati, menyembuhkan kulit yang terbakar sinar matahari dan melembabkannya," katanya dengan sangat meyakinkan.

Perawatan Wajah Ala Siput

Perawatan Wajah Ala Siput

Lendir siput diklaim mempunyai efek anti penuaan pada kulit manusia. Bahkan beberapa produk kosmetik yang dijual di mall-mall sudah mengandung intisari dari lendir siput. Salon Ci:z.Labo di Tokyo adalah salon pertama di dunia yang menawarkan 60 menit perawatan wajah yang memanfaatkan siput-siput hidup.

Simak videonya dibawah ini...



3 Mei 2013

Tradisi Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

"Kaitenzushi", restoran yang menyediakan hidangan sushi mereka di atas ban berjalan (conveyor belt) adalah salah satu kontribusi Jepang yang paling terkenal terhadap dunia wisata kuliner. Konsepnya sederhana: para konsumen duduk mengitari ban yang berputar kemudian mengambil menu yang mereka inginkan dari meja yang penuh dengan sushi.

Tapi sekarang ada sebuah tren baru di Jepang yang sepertinya akan mengancam sistem ban berjalan tradisional. Para konsumen disana sudah tidak begitu tertarik lagi untuk mengambil piring mereka dari meja yang berputar. Jadi sekarang, conveyor belt hanya digunakan sebagai tampilan menu makanan biasa. Para konsumen akan memilih makanan yang mereka inginkan dari piring-piring kecil di atas ban berjalan tersebut, kemudian baru memesannya kepada pelayan.

Budaya Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

Aneh? Yup. Tren baru tersebut nampaknya dipengaruhi oleh sistem pemesanan melalui touch panel (layar sentuh) yang sekarang sudah digunakan di banyak restoran kaitenzushi. Touch panel yang diaplikasikan di bilik hidangan memberikan kebebasan bagi konsumen untuk menggulir halaman demi halaman di menu sushi yang tersedia.

Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah pesanan yang dibuat oleh para konsumen akan langsung ditujukan kepada sang koki, sehingga meminimalisir waktu yang dibutuhkan hidangan untuk bisa sampai ke meja makan.

Perubahan terhadap tradisi kaitenzushi yang berumur hampir 60 tahun ini sudah mempengaruhi seluruh restoran sushi ber-conveyor di Jepang. Di kota dimana kepuasan konsumen adalah sesuatu yang diutamakan, para pemilik bisnis yang tidak menyediakan sistem touch panel ini pun berusaha berakomodasi dengan sistem kerja yang sama dengan touch panel - hanya saja tanpa touch panel itu sendiri. Dengan kata lain, mereka yang ingin menyantap makanan yang berputar di atas conveyor belt tinggal memesan pilihan mereka kepada pelayan dan menunggu makanan itu dihidangkan.

Budaya Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

Maruha Nichiro Corp, sebuah perusahaan seafood di Jepang, mengonfirmasi perubahan yang signifikan ini setelah melakukan survei terhadap 1000 warga Tokyo. Para responden adalah mereka yang mengunjungi restoran-restoran sushi sekali dalam sebulan atau lebih. Sebanyak 38.9% menyatakan mereka masih setia terhadap sistem conveyor belt tradisional, sedangkan sisanya mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa memesan menu makanan dari pelayan.

Tidak ada yang tahu bagaimana nasib kaitenzushi di masa depan. Sebagian restoran di Jepang bahkan sudah membuang conveyor belt mereka dan menggantinya dengan touch panel, memungkinkan para konsumen untuk menerima hidangan mereka ala 'fresh-from-oven', alih-alih mengambil sushi yang sudah terpajang entah berapa lama di atas meja yang berputar, meskipun dengan begitu mereka bisa langsung menyantap makanan pilihan mereka.

5 April 2013

Apa Jepang Mau Menerima Bollywood?

Pada akhir tahun 90-an, ada satu bintang film India yang populer di Jepang bernama Rajinikanth. Dia terkenal berkat filmnya 'Muthu, The Dancing Maharaja' (ムトゥ 踊るマハラジャ) yang berhasil meraih pendapatan sebesar ¥200 juta di bioskop-bioskop Jepang pada tahun 1998.

Film tersebut penuh dengan campuran aksi, komedi, melodrama romantis, dan tentu saja, musik India.

Dari situ, film-film India mulai memudar pesonanya. Tidak ada lagi yang istimewa. Avtar Panesar, wakil presiden Yash Raj Films, mengatakan bahwa studionya akan kembali membawa banyak film-film India masuk ke Jepang karena negeri sakura tersebut dianggap sebagai pasar yang sangat menguntungkan dalam waktu singkat. Artinya, popularitas sebuah film bisa cepat naik sehingga bisa ambil untung secara cepat.

Avtar mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan empat film dalam beberapa bulan ke depan, termasuk 'Tha Ek Tiger' dan 'Three Idiots' untuk melunakkan pasar Jepang. Jika minat para penonton Jepang terhadap Bollywood ternyata lebih dari sekedar iseng menghabiskan waktu, Yash Raj Films akan membuat film di Jepang.

Film Bollywood: Three Idiots

Jadi, apakah Jepang mau menerima kehadiran Bollywood?

Mungkin kita tidak perlu jauh-jauh memikirnya, aku rasa Indonesia pun sulit menerima kehadiran Bollywood. Film-film India memang banyak diputar di televisi, tapi sangat jarang yang meledak di industri sinema kita.

Mungkin salah satu kekurangan film India adalah... banyak jogetnya. Kalau lihat ada taman, joget. Kalau ada tiang atau pohon, joget. Kalau hujan, joget.

Dan banyak film India yang hanya menjual mimpi jadi orang kaya, sama seperti sinetron Indonesia yang tidak pernah aku nonton. Meskipun begitu, ada juga yang layak diacungi jempol. Misalnya saja 'Life of Pi' (buatan Hollywood) dan 'Three Idiots' yang menceritakan tentang kehidupan manusia dan mempunyai pesan moral yang dalam.

Tahukah kamu? 'Three Idiots' adalah film terlaris dalam sepanjang sejarah Bollywood yang berhasil meraup pendapatan sebesar $71 juta di seluruh dunia dengan biaya produksi sekitar $6,4 juta saja. Aktor terkenal Hong Kong, Stephen Chow, direncanakan akan membintangi film remake-nya.

Bagi kamu yang belum nonton, nonton sekarang.

23 Maret 2013

Anak 7 Tahun Ini Lebih Hebat Joget Dari Pada Kamu

Nama panggilannya adalah Ririri. Dia baru berumur 7 tahun. Dia menyukai warna biru, anime Smile Pretty Cure!, dan mempunyai lebih dari 23.000 pengikut di Twitter. Simak video berikut ini...



18 Maret 2013

Onna-Bugeisha

Pernah dengar istilah "Onna-bugeisha"?

Onna-bugeisha adalah sejenis pendekar wanita yang dulu pernah ada di Jepang. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, janda, aktivis, dan anak-anak perempuan yang pandai bermain pedang. Dan tidak hanya sebatas bermain pedang, mereka pun dapat ikut terjun ke dalam medan perang yang ganas kalau memang diharuskan.

Onna Bugeisha Jepang

Zaman dulu sebelum ada kelas Samurai, para petarung Jepang dilatih untuk menggunakan pedang dan tombak. Selain agar dapat melindungi keluarga, mereka juga harus memperjuangkan kehormatan mereka. Onna-bugeisha lahir dari sana. Berbeda dengan kebanyakan negara yang tidak memperbolehkan wanita ikut berperang, para wanita di Jepang justru harus belajar menggunakan pedang sejenis naginata dan kaiken, juga berlatih tantojutsu untuk melindungi diri mereka dari berbagai ancaman. Pelatihan para wanita ini biasanya bertujuan agar wilayah-wilayah di Jepang tidak kekurangan prajurit perang, meskipun jumlah petarung laki-lakinya sedikit.

Onna Bugeisha Jepang

Jenis pedang yang paling umum digunakan oleh para Onna adalah Naginata, yaitu sejenis pedang panjang yang ujungnya sedikit membengkok. Pedang ini terkenal efisien dan fleksibel dalam membentuk gerakan, sehingga banyak petarung menyukainya. Oleh sebab ini jugalah, pedang ini menjadi pelengkap citra diri dari para pendekar wanita.

16 Maret 2013

Perayaan White Day Di Jepang

Kalau 14 Februari adalah hari disaat orang-orang memberikan cokelat sebagai tanda kasih terhadap orang yang mereka sayangi, 14 Maret adalah hari dimana mereka yang sudah mendapat cokelat dapat membalas jasa mereka. Jangan heran kalau di Indonesia tradisi White Day tidak begitu dikenal, karena hari tersebut memang hanya khusus ditandai di kalender Korea Selatan, Taiwan, Cina dan Jepang.

Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

White Day sudah ada di Jepang sejak tahun 1978. Percaya atau tidak, tradisi membalas jasa ini diciptakan oleh asosiasi industri cokelat nasional. Inilah yang membuat sebagian orang berpikir bahwa White Day adalah taktik para pengusaha agar penjualan cokelat mereka tetap laris meskipun Valentine's Day sudah berakhir sebulan yang lalu. Hmm, boleh juga, ya.

Sedangkan untuk alasan mengapa hari itu dinamakan White Day, tidak lain tidak bukan adalah karena bahan dasar dari makanan-makanan manis adalah gula, yang identik dengan warna putih.


Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

Di Jepang, Valentine's Day adalah hari spesial dimana para gadis atau wanita memberi hadiah cokelat yang entah itu dibeli atau dibuat sendiri kepada laki-laki sebagai tanda kasih sayang. Umumnya cokelat yang diberikan kepada laki-laki yang mereka sukai adalah cokelat buatan sendiri, atau yang biasa disebut sebagai Honmei-choco. Sedangkan cokelat yang diberikan terhadap kolega atau atasan mereka dalam bekerja, mendapat sebutan Giri-choco.

Nah, saat White Day tiba, laki-laki yang sudah menerima cokelat Honmei atau Giri ini akan melakukan balas jasa terhadap para gadis. Balas jasanya bisa berupa cokelat, tetapi tidak diharuskan. Mereka juga bisa memberi hadiah-hadiah lain, seperti boneka, kue kering, marshmallow, perhiasan, bahkan pakaian dalam, hihi.

Tapi ada juga fakta unik dibalik tindakan ini. Di Jepang, ada istilah "Sanbai Gaeshi", yang secara harfiah berarti "triple the return". Ini secara tidak langsung berlaku sebagai peraturan umum di Jepang, yaitu mereka yang akan membalas jasanya di White Day, harus membalas jasanya dengan memberi sesuatu yang 2 atau 3 kali lipat lebih berharga daripada cokelat yang mereka terima disaat Valentine's Day. Memang mengandung konotasi baik sih, tapi susah juga ya kalau jadi laki-laki yang disukai banyak perempuan.

Namun, lepas dari semua itu, para lelaki juga bisa memberikan hadiah pada gadis atau orang lain yang mereka sayangi meskipun mereka tidak mendapat cokelat dari orang tersebut. Dengan kata lain, White Day tidak selalu tentang terima-dan-balas, tetapi juga bisa menjadi hari Valentine's Day kedua dalam satu tahun yang sama.

Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

*Tahukah kalian? Selain White Day, ada juga yang disebut Black Day di Jepang. Hari tersebut adalah hari yang khusus didedikasikan terhadap para jomblo.

26 Februari 2013

[Video] Rekor Dunia Dansa Maskot Terbanyak

Resmi sudah! Berikut ini adalah video yang mengabadikan momen dimana Jepang sedang membuat rekor dunia baru versi Guinness World Record dalam kategori "Dansa Maskot Terbanyak" dengan 134 maskot di taman Huis Ten Bosch, Nagasaki...



17 Februari 2013

Rasanya Sayang Untuk Dimakan :(

Di Jepang, kamu bisa menemukan banyak jenis makanan yang bentuknya sangat menggemaskan sehingga rasanya kok sayang banget ya kalau dimakan...

Rasanya Sayang Untuk Dimakan

Rasanya Sayang Untuk Dimakan

Rasanya Sayang Untuk Dimakan

Rasanya Sayang Untuk Dimakan

Rasanya Sayang Untuk Dimakan

15 Februari 2013

Hari Valentine Adalah Harinya Pria Jepang

Hari Valentine kemarin adalah hari yang luar biasa... untuk menjadi laki-laki Jepang. Para wanita umumnya sibuk keluar-masuk toko pada tanggal 14 Februari untuk membeli cokelat Valentine yang akan diberikan ke semua pria dalam hidup mereka; mulai dari kekasih, keluarga, mitra kerja, teman-teman sekolah dan, yang paling penting, boss di kantor. Sementara itu para pria bisa duduk dengan tenang, menunggu pemberian cokelat mereka datang ke pangkuan. Dan mereka tidak perlu membalas dengan hadiah apa-apa (bulan depan baru gantian).

Hari Valentine Adalah Harinya Pria Jepang

Cokelat sudah tersedia di Jepang setidaknya sejak tahun 1797, ketika diberikan kepada geisha oleh para pedagang Belanda; satu-satunya orang Eropa yang diperbolehkan menginjakkan kakinya di negara matahari terbit waktu itu. Sekarang, bisnis cokelat Jepang yang bernilai lebih dari Rp. 100.000.000.000.000,- (100 Triliun) didorong oleh hari-hari spesial dimana industri periklanan gencar mempromosikan produk cokelat di semua media. Yang mengejutkan, hampir setengah dari 100 Triliun itu dihasilkan pada bulan Februari. Wow.

"Saya akan membeli beberapa untuk rekan-rekan saya, tapi kita semua sepakat untuk tidak membeli coklat mewah. Saya bisa kehabisan uang nantinya," kata Fumiko, seorang pembelanja yang tidak mau menyebut nama keluarganya. "Kita semua membeli coklat biasa." Meski begitu, wanita berusia 40 tahun itu telah menghabiskan kurang lebih 10.000 yen (Rp. 1 Juta) di Takashimaya, sebuah department store kelas atas di distrik Ginza.

Tidak semua pria diperlakukan sama tentunya. Ada satu jenis cokelat yang khusus diberikan kepada suami atau kekasih, namanya cokelat "honmei" atau cokelat cinta sejati. Cokelat yang lebih murah adalah cokelat "giri" atau cokelat kewajiban yang diberikan ke rekan kerja dan teman-teman. Tapi dasar para penjual cokelat yang ingin menggali kantong serta dompet para konsumen lebih dalam lagi, mereka kemudian menciptakan jenis cokelat yang baru, yaitu cokelat "tomo" atau cokelat persahabatan yang khusus diberikan ke teman-teman sesama wanita.

Cokelat Honmei Cinta Sejati

Hari Valentine muncul di Jepang sebagai acara khusus di akhir 1950-an ketika ekonomi sedang kembali bergairah setelah bertahun-tahun hancur akibat Perang Dunia II. Mary Chocolate adalah perusahaan yang pertama kali memulai kampanye iklan tanggal 14 Februari sebagai 'satu-satunya hari dalam setahun dimana seorang wanita mengakui cintanya melalui cokelat.' Sekarang Jepang merupakan pasar cokelat terbesar di Asia.

Para Single Di Jepang Tidak Tertarik Untuk Kencan

Dai Nakajima tidak keberatan untuk mempunyai pacar. Pada usianya yang ke 28, dia mulai merasakan tekanan untuk memiliki keluarga sendiri. Dengan penuh keberanian, ia mendekati gadis-gadis di kota Tokyo dan bertanya apakah mereka ingin ikut ke acara "gokon" yang diselenggarakannya setiap minggu. Nakajima mengaku bahwa tingkat keberhasilannya hanya sekitar 10%, tetapi itu sudah cukup untuk membuatnya tetap semangat. "Aku sudah mencari selama empat tahun," katanya. "Tapi jujur ​​saja, saya menikmati hidup saya sebagai seorang bujangan."

Para Single Di Jepang Tidak Tertarik Kencan

Nakajima memang masih single, tapi dia tidak merasa kesepian sama sekali. 'Tidak ada kencan,' 'single' dan 'tidak ingin menikah' adalah jawaban-jawaban mayoritas dalam survei skala nasional yang disponsori pemerintah Jepang atas para pria dan wanita usia 18 sampai 34 tahun. Sebanyak 61,4% dari pria yang belum menikah mengatakan bahwa mereka tidak punya pacar, naik 9,2 poin sejak survei nasional sebelumnya pada tahun 2005. Sedangkan wanita yang belum menikah dan tidak mempunyai pacar mencapai angka 49,5%. Angka-angka ini merupakan rekor baru yang meresahkan banyak pihak.

Sebanyak 40% dari para responden mengatakan bahwa mereka tidak ingin menikah dan 45% dari pria single mengatakan bahwa mereka tidak berminat berpacaran dengan lawan jenis sama sekali (nah loh!). Hasil survey ini telah memicu kekhawatiran bahwa tingkat kelahiran di Jepang akan terus menurun tajam dari tahun ke tahun.

Mengapa bisa begini? Apa yang sebenarnya terjadi dengan orang-orang Jepang? Penyebab tren atau fenomena 'kesendirian' ini masih belum sepenuhnya jelas sampai sekarang. Namun, bukti yang bersifat anekdot menunjukkan pergeseran norma-norma gender dan realitas ekonomi telah memainkan perannya. Seiring dengan label seperti otaku (kutu buku) dan hikikomori (tidak bersosialisasi), pria muda Jepang juga sering di ejek sebagai "pria herbivora" yang menghindari perburuan pasangan kencan. Bersamaan di sisi lain, para wanita Jepang sudah mulai aktif memasuki dunia kerja, mendapatkan upah dan menikmati kemandirian finansial tanpa suami.

14 Februari 2013

Aku Tidak Mau...Sendirian

Beberapa acara akan sangat menyenangkan jika kita lakukan beramai-ramai. Beberapa acara lainnya baru akan menyenangkan jika kita lakukan dengan sendirian. Dan acara-acara tertentu tidak akan menyenangkan tanpa ditemani orang yang kita kasihi seperti pacar, suami atau istri.

Aku Tidak Mau Sendirian

Sebuah situs penelitian yang baru saja mensurvei lebih dari seribu penggunanya tentang kegiatan-kegiatan apa saja yang tidak akan menyenangkan, bahkan bisa menyakitkan hati diri sendiri, jika kita lakukan tanpa pasangan kita. Berikut adalah hasilnya (mereka yang disurvei bisa mencentang beberapa jawaban sekaligus):

9. Berolahraga sendirian: 1,9%


8. Makan di restoran ramen sendirian: 1,9%


7. Jalan-jalan sendirian: 2%


6. Nonton film di bioskop sendirian: 2,3%


5. Pergi ke konser sendirian: 6,4%


4. Pergi ke karaoke sendirian: 13,3%


3. Pergi ke bar/cafe sendirian: 21,5%


2. Pergi ke restoran yakiniku sendirian: 23,4%


1. Pergi ke taman hiburan sendirian: 53,7%


Coba perhatikan, waktu kita masuk ke sebuah restoran pertama kali, salah seorang pelayan pasti akan datang menyambut kita dan menanyakan sebuah pertanyaan; "Meja untuk berapa orang, kak/pak/bu?" - Ini adalah pertanyaan yang normal, tapi kayaknya akan sangat aneh kalau kita menjawab; "Untuk orang aja."

Hasil jajak pendapat juga menyatakan bahwa orang-orang yang datang makan ke sebuah restoran seorang diri umumnya dipandang sebagai sesuatu yang menyedihkan ketika orang lain biasanya pergi dengan teman-teman mereka, keluarga, atau kekasih. Baru-baru ini, sudah ada kecenderungan untuk membuat beberapa jenis kegiatan seorang diri menjadi kurang menyedihkan, misalnya seperti tempat-tempat karaoke di Jepang yang mengkhususkan diri dalam melayani pelanggan yang ingin menyanyi sendiri (meskipun masih kelihatan aneh).

Tapi kalau di Indonesia, rasanya jarang kalau orang datang makan sendirian di restoran. Mereka umumnya ya pesan makanan lewat telepon atau datang pesan dan langsung bawa pulang. Nonton film di bioskop sendirian? Aku pernah. Cuek aja. :)


1 Februari 2013

Sebuah Kamar Hotel Di Dalam WC Umum

Seorang seniman terkenal asal Jepang bernama Tatsu Nishino telah berhasil merealisasikan ide uniknya. Di Taman Nakanoshima, Osaka, telah berdiri sebuah kamar hotel yang mewah. Yang membuatnya unik dan tidak normal adalah kamar hotel tersebut berada di dalam sebuah... WC umum.

Sebuah Kamar Hotel Di Dalam WC Umum


Sebuah Kamar Hotel Di Dalam WC Umum


Sebuah Kamar Hotel Di Dalam WC Umum

Proyek ini dibuat sebagai bagian dari pagelaran seni prefektur Osaka, yang bernama "Osaka Canvas Project". Ruangan seluas 22 meter persegi itu berhasil mencakup setengah dari bangunan WC umum, lengkap dengan shower di dalamnya. Mau menginap di kamar hotel tersebut? Boleh. Harganya 10.000 Yen (sekitar Rp. 1.000.000) untuk satu malam.

Mahakarya Tatsu-san ini menggambarkan dua gaya hidup yang berbeda; disaat kamu sedang bersantai di dalam ruangan, orang lain juga sedang 'bersantai' diluarnya. Dan kalau kamu benar-benar diam dan menyimak suasana disana, kamu bisa dengar suara orang-orang sedang buang air!

31 Januari 2013

Cuma Ada Di Jepang: Pencurian Kaos Kaki

Tidak hanya di Indonesia, tindak kejahatan kerap kali ditemukan di jalanan Jepang. Ada berapa banyak tindak kejahatan yang bisa kamu pikirkan? Mungkin diantaranya ada pencurian atau penodongan? Atau mungkin pelecehan seksual?

Pastinya ada banyak yang bisa terjadi. Tapi di Indonesia sendiri, apa pencurian kaos kaki pernah terjadi dan beritanya sampai masuk ke televisi nasional? Di Jepang pencurian kaos kaki sudah menjadi tindak kejahatan yang cukup terkenal. Sudah banyak kasus yang dilaporkan ke kepolisian mengenai hal ini. Si pencuri umumnya menyerang para gadis yang masih bersekolah di jenjang SMU, kemudian mengambil salah satu kaos kakinya secara paksa.

Cuma Ada Di Jepang: Pencurian Kaos Kaki

Agak aneh ya? Tapi memang itulah kenyataannya. Bahkan pihak kepolisian dibuat kewalahan oleh tindak kejahatan yang satu ini. Pertanyaan sesungguhnya adalah... begitu kurangnyakah pasokan kaos kaki para lelaki sehingga harus mencurinya dari wanita?

30 Januari 2013

Rumah Yang Nyaman Untuk Kucing

Sebuah perusahaan konstruksi di Jepang baru saja membuat rumah yang bukan hanya untuk membuat orang tinggal nyaman di dalamnya, tetapi juga kucing. Dan mereka tidak tanggung-tanggung dalam membuatnya.

Rumah Kucing

Rumah Kucing

Simak juga videonya berikut ini...








16 Januari 2013

Mie Biru Dari Hatsune Miku

LittleBSD, sebuah restoran yang berlokasi di Akihabara, telah meluncurkan produk barunya yang unik, yaitu mie biru dari Hatsune Miku. Kenapa disebut sebagai mie biru? Karena warnanya benar-benar biru.

Mie Biru Dari Hatsune Miku


Mie Biru Dari Hatsune Miku

Mie yang diberi nama "negi shio ita yakisoba" (ネギ塩痛焼きそば) ini dibuat berdasarkan image sang idol virtual Hatsune Miku dan dijual dengan harga Rp. 70.000 per porsi.

Pesta Pernikahan Pertama Dalam 42 Tahun

Otari, sebuah desa pertanian kecil di Jepang yang dihuni oleh sekitar 3.000 orang, akhirnya menyelenggarakan pesta pernikahan yang pertama kali dalam 42 tahun terakhir. Untuk sebuah kota yang populasinya menyusut perlahan tapi pasti, adanya pesta pernikahan ini seperti menghisap darah muda yang segar.

Pesta Nikah Yang Pertama Dalam 42 Tahun

Pernikahan adalah kesempatan khusus untuk keluarga, teman, dan orang-orang dekat lainnya untuk bertemu dan bersuka cita. Tergantung pada orang-orang yang menikah, sebuah pesta pernikahan bisa menjadi berita internasional. Salah satu contohnya adalah pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton. Dalam kasus Otari, yang merupakan sebuah desa pertanian kecil yang hampir tidak terlihat di peta, tidak peduli apakah orang yang akan menikah itu terkenal atau tidak, pesta pernikahannya pasti akan menjadi berita yang besar.

Total populasi Otari kurang lebih berjumlah 3.200 orang dimana hampir 70%-nya adalah penduduk yang berusia lebih dari 65 tahun. Sebagian besar orang dewasa muda pindah ke daerah perkotaan yang lebih besar baik untuk pekerjaan atau pendidikan tinggi. Tidak banyak yang mau kembali ke Otari. Jika mereka mau menikah dan memulai keluarga baru, tidak mungkin mereka mau tinggal di Otari yang jelas-jelas membosankan.

Simak video liputan pernikahannya berikut ini (bagus lho)...



Pesta pernikahan yang pertama dalam 42 tahun terakhir baru saja selesai diselenggarakan dan itupun pasangannya bukan asli warga Otari. Singkatnya, banyak yang sependapat kalau Otari akan menjadi desa mati dalam 20-30 tahun ke depan.