Tampilkan postingan dengan label BUDAYA JEPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA JEPANG. Tampilkan semua postingan

3 Mei 2013

Tradisi Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

"Kaitenzushi", restoran yang menyediakan hidangan sushi mereka di atas ban berjalan (conveyor belt) adalah salah satu kontribusi Jepang yang paling terkenal terhadap dunia wisata kuliner. Konsepnya sederhana: para konsumen duduk mengitari ban yang berputar kemudian mengambil menu yang mereka inginkan dari meja yang penuh dengan sushi.

Tapi sekarang ada sebuah tren baru di Jepang yang sepertinya akan mengancam sistem ban berjalan tradisional. Para konsumen disana sudah tidak begitu tertarik lagi untuk mengambil piring mereka dari meja yang berputar. Jadi sekarang, conveyor belt hanya digunakan sebagai tampilan menu makanan biasa. Para konsumen akan memilih makanan yang mereka inginkan dari piring-piring kecil di atas ban berjalan tersebut, kemudian baru memesannya kepada pelayan.

Budaya Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

Aneh? Yup. Tren baru tersebut nampaknya dipengaruhi oleh sistem pemesanan melalui touch panel (layar sentuh) yang sekarang sudah digunakan di banyak restoran kaitenzushi. Touch panel yang diaplikasikan di bilik hidangan memberikan kebebasan bagi konsumen untuk menggulir halaman demi halaman di menu sushi yang tersedia.

Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah pesanan yang dibuat oleh para konsumen akan langsung ditujukan kepada sang koki, sehingga meminimalisir waktu yang dibutuhkan hidangan untuk bisa sampai ke meja makan.

Perubahan terhadap tradisi kaitenzushi yang berumur hampir 60 tahun ini sudah mempengaruhi seluruh restoran sushi ber-conveyor di Jepang. Di kota dimana kepuasan konsumen adalah sesuatu yang diutamakan, para pemilik bisnis yang tidak menyediakan sistem touch panel ini pun berusaha berakomodasi dengan sistem kerja yang sama dengan touch panel - hanya saja tanpa touch panel itu sendiri. Dengan kata lain, mereka yang ingin menyantap makanan yang berputar di atas conveyor belt tinggal memesan pilihan mereka kepada pelayan dan menunggu makanan itu dihidangkan.

Budaya Makan Sushi Di Jepang Sudah Berubah

Maruha Nichiro Corp, sebuah perusahaan seafood di Jepang, mengonfirmasi perubahan yang signifikan ini setelah melakukan survei terhadap 1000 warga Tokyo. Para responden adalah mereka yang mengunjungi restoran-restoran sushi sekali dalam sebulan atau lebih. Sebanyak 38.9% menyatakan mereka masih setia terhadap sistem conveyor belt tradisional, sedangkan sisanya mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa memesan menu makanan dari pelayan.

Tidak ada yang tahu bagaimana nasib kaitenzushi di masa depan. Sebagian restoran di Jepang bahkan sudah membuang conveyor belt mereka dan menggantinya dengan touch panel, memungkinkan para konsumen untuk menerima hidangan mereka ala 'fresh-from-oven', alih-alih mengambil sushi yang sudah terpajang entah berapa lama di atas meja yang berputar, meskipun dengan begitu mereka bisa langsung menyantap makanan pilihan mereka.

16 Maret 2013

Perayaan White Day Di Jepang

Kalau 14 Februari adalah hari disaat orang-orang memberikan cokelat sebagai tanda kasih terhadap orang yang mereka sayangi, 14 Maret adalah hari dimana mereka yang sudah mendapat cokelat dapat membalas jasa mereka. Jangan heran kalau di Indonesia tradisi White Day tidak begitu dikenal, karena hari tersebut memang hanya khusus ditandai di kalender Korea Selatan, Taiwan, Cina dan Jepang.

Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

White Day sudah ada di Jepang sejak tahun 1978. Percaya atau tidak, tradisi membalas jasa ini diciptakan oleh asosiasi industri cokelat nasional. Inilah yang membuat sebagian orang berpikir bahwa White Day adalah taktik para pengusaha agar penjualan cokelat mereka tetap laris meskipun Valentine's Day sudah berakhir sebulan yang lalu. Hmm, boleh juga, ya.

Sedangkan untuk alasan mengapa hari itu dinamakan White Day, tidak lain tidak bukan adalah karena bahan dasar dari makanan-makanan manis adalah gula, yang identik dengan warna putih.


Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

Di Jepang, Valentine's Day adalah hari spesial dimana para gadis atau wanita memberi hadiah cokelat yang entah itu dibeli atau dibuat sendiri kepada laki-laki sebagai tanda kasih sayang. Umumnya cokelat yang diberikan kepada laki-laki yang mereka sukai adalah cokelat buatan sendiri, atau yang biasa disebut sebagai Honmei-choco. Sedangkan cokelat yang diberikan terhadap kolega atau atasan mereka dalam bekerja, mendapat sebutan Giri-choco.

Nah, saat White Day tiba, laki-laki yang sudah menerima cokelat Honmei atau Giri ini akan melakukan balas jasa terhadap para gadis. Balas jasanya bisa berupa cokelat, tetapi tidak diharuskan. Mereka juga bisa memberi hadiah-hadiah lain, seperti boneka, kue kering, marshmallow, perhiasan, bahkan pakaian dalam, hihi.

Tapi ada juga fakta unik dibalik tindakan ini. Di Jepang, ada istilah "Sanbai Gaeshi", yang secara harfiah berarti "triple the return". Ini secara tidak langsung berlaku sebagai peraturan umum di Jepang, yaitu mereka yang akan membalas jasanya di White Day, harus membalas jasanya dengan memberi sesuatu yang 2 atau 3 kali lipat lebih berharga daripada cokelat yang mereka terima disaat Valentine's Day. Memang mengandung konotasi baik sih, tapi susah juga ya kalau jadi laki-laki yang disukai banyak perempuan.

Namun, lepas dari semua itu, para lelaki juga bisa memberikan hadiah pada gadis atau orang lain yang mereka sayangi meskipun mereka tidak mendapat cokelat dari orang tersebut. Dengan kata lain, White Day tidak selalu tentang terima-dan-balas, tetapi juga bisa menjadi hari Valentine's Day kedua dalam satu tahun yang sama.

Tanggal 14 Maret adalah perayaan White Day!

*Tahukah kalian? Selain White Day, ada juga yang disebut Black Day di Jepang. Hari tersebut adalah hari yang khusus didedikasikan terhadap para jomblo.

15 Februari 2013

Hari Valentine Adalah Harinya Pria Jepang

Hari Valentine kemarin adalah hari yang luar biasa... untuk menjadi laki-laki Jepang. Para wanita umumnya sibuk keluar-masuk toko pada tanggal 14 Februari untuk membeli cokelat Valentine yang akan diberikan ke semua pria dalam hidup mereka; mulai dari kekasih, keluarga, mitra kerja, teman-teman sekolah dan, yang paling penting, boss di kantor. Sementara itu para pria bisa duduk dengan tenang, menunggu pemberian cokelat mereka datang ke pangkuan. Dan mereka tidak perlu membalas dengan hadiah apa-apa (bulan depan baru gantian).

Hari Valentine Adalah Harinya Pria Jepang

Cokelat sudah tersedia di Jepang setidaknya sejak tahun 1797, ketika diberikan kepada geisha oleh para pedagang Belanda; satu-satunya orang Eropa yang diperbolehkan menginjakkan kakinya di negara matahari terbit waktu itu. Sekarang, bisnis cokelat Jepang yang bernilai lebih dari Rp. 100.000.000.000.000,- (100 Triliun) didorong oleh hari-hari spesial dimana industri periklanan gencar mempromosikan produk cokelat di semua media. Yang mengejutkan, hampir setengah dari 100 Triliun itu dihasilkan pada bulan Februari. Wow.

"Saya akan membeli beberapa untuk rekan-rekan saya, tapi kita semua sepakat untuk tidak membeli coklat mewah. Saya bisa kehabisan uang nantinya," kata Fumiko, seorang pembelanja yang tidak mau menyebut nama keluarganya. "Kita semua membeli coklat biasa." Meski begitu, wanita berusia 40 tahun itu telah menghabiskan kurang lebih 10.000 yen (Rp. 1 Juta) di Takashimaya, sebuah department store kelas atas di distrik Ginza.

Tidak semua pria diperlakukan sama tentunya. Ada satu jenis cokelat yang khusus diberikan kepada suami atau kekasih, namanya cokelat "honmei" atau cokelat cinta sejati. Cokelat yang lebih murah adalah cokelat "giri" atau cokelat kewajiban yang diberikan ke rekan kerja dan teman-teman. Tapi dasar para penjual cokelat yang ingin menggali kantong serta dompet para konsumen lebih dalam lagi, mereka kemudian menciptakan jenis cokelat yang baru, yaitu cokelat "tomo" atau cokelat persahabatan yang khusus diberikan ke teman-teman sesama wanita.

Cokelat Honmei Cinta Sejati

Hari Valentine muncul di Jepang sebagai acara khusus di akhir 1950-an ketika ekonomi sedang kembali bergairah setelah bertahun-tahun hancur akibat Perang Dunia II. Mary Chocolate adalah perusahaan yang pertama kali memulai kampanye iklan tanggal 14 Februari sebagai 'satu-satunya hari dalam setahun dimana seorang wanita mengakui cintanya melalui cokelat.' Sekarang Jepang merupakan pasar cokelat terbesar di Asia.

31 Desember 2012

Tradisi Jepang: 108 Lonceng Joya No Kane

Sebelum jam menunjukkan pukul 12:00, lonceng kuil di seluruh Jepang mulai dibunyikan sebanyak 108 kali. Tradisi ini disebut Joya No Kane ( 除夜の鐘 ) dimana orang-orang menyambut tahun baru dengan mendengarkan suara lonceng kuil. Menurut kepercayaan agama Buddha, bunyi-bunyi lonceng tersebut akan menyucikan diri kita dari semua 108 keinginan duniawi manusia.

Tradisi Jepang: Lonceng Joya No Kane

Simak video upacara Joya No Kane berikut ini...



Apa saja 108 keinginan duniawi manusia? Kalau kamu merasa sesuatu tidak boleh dilakukan atau dipikirkan, itu sudah termasuk. Berikut daftar lengkapnya.

........................................................................................................................................................................................................


  1. Agresi

  2. Ambisi

  3. Kemarahan

  4. Kecongkakan

  5. Kehinaan

  6. Pemfitnahan

  7. Perhitungan

  8. Tidak tahu malu

  9. Kebohongan

10. Kekuasaan

11. Kegagahan

12. Penghinaan

13. Kekejaman

14. Mengutuk

15. Kehinaan

16. Penipuan

17. Kecurangan

18. Khayalan

19. Mengejek

20. Iri hati

21. Egoisme

22. Perselisihan

23. Tidak sopan

24. Ketidakpuasan

25. Berlebihan

26. Ingin lebih

27. Kecederaan    

28. Ketidakteraturan

29. Sikap tak hormat

30. Rahasia buruk

31. Gampang percaya

32. Mencari kesalahan

33. Semangat untuk daya

34. Keinginan untuk terkenal

35. Kecanduan minuman keras

36. Tingkah laku yang menghina
37. Perjudian

38. Cerewet

39. Kerakusan

40. Keserakahan

41. Serakah uang

42. Dendam

43. Keras hati

44. Kebencian

45. Keangkuhan

46. Manipulasi

47. Keganasan

48. Permusuhan

49. Penghinaan

50. Luka batin

51. Kemunafikan

52. Ketidaktahuan

53. Keangkuhan

54. Berpura-pura

55. Kelancangan

56. Ceroboh

57. Ketidakacuhan

58. Berbohong

59. Diam-diam

60. Ketidakpuasan

61. Kecemburuan

62. Ketidaktoleranan

63. Kurangnya pemahaman

64. Pelepasan nafsu berahi

65. Merasa tahu semuanya

66. Tidak mau berkompromi

67. Tidak Bertanggung jawab

68. Penyalahgunaan kuasa

69. Kesewenang-wenangan

70. Rasa tidak berterima kasih

71. Kesenangan karena sakit

72. Tidak mau mengampuni
  73. Obsesi

  74. Kekerasan

  75. Keras hati

  76. Keras pikiran

  77. Penindasan

  78. Bermegah

  79. Pesimisme

  80. Prasangka

  81. Praduga

  82. Mudah marah

  83. Kebanggaan

  84. Pemborosan

  85. Berkelahi

  86. Kemarahan

  87. Kerakusan

  88. Mengejek

  89. Sadisme

  90. Sarkasme

  91. Menggoda

  92. Gairah

  93. Murka

  94. Nafsu seksual

  95. Tak tahu malu

  96. Kekikiran

  97. Keras kepala

  98. Menyiksa

  99. Kezaliman

100. Kekejaman

101. Kerusuhan

102. Keras hati

103. Kesombongan

104. Balas dendam

105. Menutup-nutupi

106. Berpikiran negatif

107. Membenci diri sendiri

108. Mengingkari diri sendiri

........................................................................................................................................................................................................

Rasa-rasanya, aku punya 107,5 dari semua sifat dan keinginan diatas ya. Gawat.

30 Desember 2012

Persiapan Jepang Menyambut Tahun Baru

Shiwasu adalah kata dalam bahasa Jepang untuk bulan Desember yang berarti "guru berjalan mengitari para murid." Kata ini mencerminkan bahwa bulan ini adalah bulan tersibuk dalam satu tahun karena orang-orang berusaha membereskan apapun juga untuk menutup tahun ini. Lalu bagaimana orang Jepang menghabiskan akhir tahun?

Acara makan-makan Bounenkai

Selama Desember, acara makan-makan yang disebut bounenkai ("lupakan tahun lalu") diadakan di antara rekan kerja atau teman-teman di Jepang. Mereka juga saling memberikan oseibo (hadiah akhir tahun) serta menulis nengajo (kartu pos tahun baru) untuk dikirim ke sanak keluarga yang agak jauh.

Di balik matahari musim dingin, beberapa tradisi Jepang seperti makan kabocha (sejenis buah labu) dan mandi yuzuyu (mandi air panas yang dipenuhi dengan buah jeruk) sudah merupakan keharusan. Tradisi ini adalah sebuah wujud keinginan orang Jepang untuk tetap sehat selama musim dingin dengan menjaga tubuh tetap hangat dan makan buah-buahan yang bergizi.

Lalu ada juga yang melakukan oosoji yang berarti pembersihan secara total. Sangat penting bagi warga Jepang untuk menyambut tahun baru dengan keadaan yang bersih, karena itu semuanya sibuk dengan pekerjaan bersih-bersih yang dilakukan di rumah, sekolah dan tempat kerja sebelum masuk ke tahun baru.

Sepasang kadomatsu di depan rumah

Bersamaan ketika pembersihan dilakukan, dekorasi tahun baru biasanya dipasang di dalam maupun di luar rumah pada tanggal 30 Desember. Sepasang kadomatsu (batang pohon pinus dan dekorasi bambu) ditempatkan di depan pintu atau di pintu gerbang. Kemudian shimekazari atau shimenawa yang terbuat dari dekorasi kertas dan buah jeruk digantung di berbagai tempat dan juga di depan pintu berguna untuk membawa keberuntungan. Menurut kepercayaan, kesemuanya itu mulai dari bambu, pinus dan jeruk merupakan simbol umur panjang, vitalitas, dan nasib baik. Dekorasi lain adalah kagamimochi yang terdiri dari dua kue mochi yang ditumpuk menjadi satu ditempatkan di meja. Selain kue mochi, ada pula osechi ryori, makanan-makanan yang dibungkus rapi dalam kotak.

Hampir semua kantor libur selama 1-2 minggu di Jepang, jadi para karyawan memanfaatkannya dengan berpergian bersama keluarga tercinta, entah itu ke luar negeri maupun ke Disneyland. Banyak juga yang menghabiskan oomisoka (malam pergantian tahun baru) dengan tenang di rumah.

Sudah tradisinya orang Jepang pula memakan mie soba, karena mie yang panjang itu melambangkan umur panjang. Tradisi ini disebut toshikoshi soba (mie yang melewati tahun). Restoran-restoran yang menjual mie soba pun sampai kewalahan dalam melayani para pelanggannya di malam tanggal 31 Desember.

Makan Toshikoshi Soba

Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu rencanakan untuk menutup tahun ini dan menyambut tahun baru?

25 Mei 2011

Maneki Neko / 招き猫

Jepang bisa dibilang sebagai negara kucing. Dimana-mana kita bisa melihat banyak benda yang berhubungan dengan kucing. Mulai dari mainan, manga, anime, sampe kafe yang disediakan khusus untuk para pencinta kucing.

kucing jepang

Bagaimana sih sejarahnya kehidupan kucing di Jepang? Ayo kita telusuri.

Menurut kepercayaan, orang-orang Jepang mulai memelihara kucing sekitar tahun 1000-an. Adalah kaisar Ichijo (987-1011) yang pertama kali memperkenalkan kucing peliharaan kepada masyarakat Jepang setelah dia menerima utusan dari negeri China yang membawa kucing peliharaannya. Saat itu, tentu saja, hanya kalangan dari istana yang mampu memelihara kucing karena harganya yang sangat mahal.

Banyak yang menganggap kucing sebagai simbol keberuntungan, seperti para pemilik toko yang memajang Maneki Neko (招き猫 / kucing yang memanggil atau kucing yang mengundang). Banyak sekali orang yang salah paham dengan mengira Maneki Neko beasal dari China, padahal faktanya Maneki Neko berasal dari Jepang sekitar tahun 1870-an semasa era Meiji.


Maneki Neko JepangManeki Neko Jepang

Gambar di kiri adalah Maneki Neko yang ada di jaman modern, yang selalu digambarkan membawa Koban (koin emas dari jaman Edo). Jika dipajang di toko, dipercaya akan mengundang banyak pembeli untuk datang ke toko.

Sedangkan gambar di kanan adalah patung kayu Maneki Neko yang berada di pasar Ofuna, Prefektur Kanagawa. Dibawah kaki kanannya terdapat sebuah palu godam yang bertuliskan Fuku (福) yang berarti keberuntungan atau kemakmuran.

Sedangkan bell yang menggantung di kalungnya adalah aksesoris yang biasa dikenakan oleh keluarga-keluarga kaya yang memelihara kucing pada jaman Edo.

Menurut sebuah survey di Jepang, sekitar 60% Maneki Neko di Jepang mengangkat kaki kirinya, 39% mengangkat kaki kanannya, dan hanya 1% yang mengangkat kedua kakinya. Kepercayaanya adalah kaki kiri dapat mengundang para pelanggan, sedangkan kaki kanan yang memberikan kekayaan.

Namun, seperti layaknya koin yang memiliki dua sisi berbeda, banyak juga yang percaya kalau kucing mengundang nasib buruk. Ada suatu masa ketika kucing dipercaya dapat berubah menjadi monster, namanya adalah bakeneko dan nekomata.

Tapi, itu untuk kita bahas lain waktu.

Maneki Neko Jepang

7 Februari 2011

Salaryman: Pekerja Keras Dari Jepang (4)

Bagaimana sih kehidupan seorang salaryman sehari-hari?
06:30 = bangun dari tempat tidur

07:30 = berangkat ke kantor (jalan kaki / naik sepeda / subway)

08:50 = harus tiba di kantor

09:00 = meeting pagi dengan supervisor

09:10 = mulai kerja

12:00 = makan siang (bento / kantin / restoran terdekat)

13:00 = mulai kerja lagi

17:00 = lembur dimulai (biasanya tanpa uang lembur)

20:30 = pesta nomikai (kalau ada)

21:30 = pulang ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)

22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca koran

23:00 = tidur


Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa). Minggu libur (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).


Peraturan di kantor:

#1. Kalau atasan bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.

#2. Kalau dia berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.

#3. Lupakan apa kata pelanggan. Boss adalah raja.

#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.

#5. Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk.

salaryman jepang

Salaryman = サラリーマン

Salaryman: Pekerja Keras Dari Jepang (3)

Selain bekerja keras, para salaryman pun juga tau lho caranya menikmati hidup. Meskipun terus terang aja kalau cara mereka menikmati hidup tidak selalu pantas untuk ditiru.

Work hard, play hard. Begitu kira-kira motto mereka.

Sudah menjadi kebudayaan para pekerja di Jepang untuk menghilangkan stress dengan cara - apalagi kalau bukan - nomikai, pesta minum minuman alkohol!

nomikai jepang

Malam minggu bukan jadi patokan kalau mau mengadakan pesta usai jam kantor. Mereka bisa mengadakan nomikai kapan saja. Ada yang rame-rame, ada juga yang cuma beberapa orang saja.

Biasanya nomikai diadakan setelah perusahaan memenangkan proyek, merayakan ulang tahun boss, merayakan promosi teman kantor, atau bisa juga cuma untuk menghilangkan stress.

Dimana sih pesta minum-minumnya?

Di izakaya.

izakaya jepang

Izakaya adalah semacam pub, bar, atau cafe yang fungsi utamanya untuk melayani pesta nomikai. Izakaya identik dengan lentera yang digantung di depan pintu masuk. Jadi kalau kamu mau sedikit mabok-mabokan, cari aja tempet yang ada lenteranya.

Menunya mencakup sake, bir, dan anggur. Tentu ada juga menu makanannya seperti yakitori, kushiyaki, dan sashimi. Makanannya sengaja disajikan untuk dimakan rame-rame, jadi bukan satu piring untuk satu orang lho.

Sudah menjadi kebudayaan kalau para junior diwajibkan untuk menuangkan minuman untuk para senior, lalu dilanjutkan dengan sedikit sambutan dari orang yang jabatannya paling tinggi. Ini menandakan bahwa acara nomikai-nya sudah dimulai.

nomikai jepang

Pada saat pesta pun, para senior atau boss harus pulang terlebih dahulu. Jadi kalau para senior atau boss masih ingin minum-minum sake, maka tidak ada satu orang pun yang boleh pulang.

Jangan heran juga kalau setiap hari ada saja orang-orang yang mabok berat di tengah jalan. Terkesan orangnya pengangguran dan gak punya masa depan, padahal dia baru aja pulang dari pesta nomikai yang diselenggarakan bossnya.

Salaryman: Pekerja Keras Dari Jepang (2)

Salaryman memang terkenal di Jepang. Mereka adalah kaum pekerja kelas menengah ke bawah yang hidupnya serba pas-pasan.

Jika ada satu kata yang bisa mencerminkan kerasnya kehidupan seorang salaryman, maka kata itu adalah karoshi.

karoshi salaryman

Karoshi artinya "mati di kerja" atau kematian karena stress pekerjaan. Halusnya berarti "meninggal karena setia dan mengabdi kepada perusahaan".

Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri karena stress kerja.

Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati karena karoshi.

Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada tahun 2007, 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak.


karoshi salaryman


Kasus karoshi yang terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif terbesar di dunia, Toyota.

Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat.

McDonald's Jepang pun terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun.

Mau gak mau, karena tekanan publik, Toyota dan McDonald's akhirnya memutuskan akan memberikan uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Kenichi Uchino

Istri Kenichi Uchino, Hiroko Uchino

Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik.

Tapi kenyataan tidak.

Salaryman: Pekerja Keras Dari Jepang (1)

Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga.


mahasiswa jepang

Sayang sekali... mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari "kandang anak kucing" dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan banyak lagi yang aneh-aneh.

Menurut survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi ujian terakhir di kampus.

Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan!


salaryman jepang

Makin hari makin banyak darah segar yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan tingkat kesehatan yang semakin menurun.

Inilah dunia yang sesungguhnya.

"Setiap hari saya hidup dengan kegelisahan yang mengerikan," kata Ikezaki, seorang karyawan kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta rupiah per bulan). "Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi tidak bisa tidur di malam hari."

Berdasarkan data dari pemerintah Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 155 juta rupiah per tahun).

Mungkin ini semua adalah akibat dari perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya pilihan lain).


salaryman jepang

Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun.

Makanya jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah.

salaryman jepang

Kata salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di Indonesia, ini sama dengan bangsawan = bangsa karyawan.

Saking stressnya, tercipta satu kata baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi.

Apa itu karoshi? Tunggu postingan selanjutnya.

6 Februari 2011

Perayaan Festival Setsubun

Tanggal 3 Februari kemaren adalah hari perayaan Setsubun, hari dimana orang-orang Jepang merayakan datangnya musim semi dengan memakan eho-maki (sushi roll yang panjang).

Berikut adalah video klip yang membawa kita ke dalam sebuah pabrik Eho-maki...


Menurut kebudayaan dan kepercayaan orang Jepang, selain melempar kacang, mereka juga harus memakan sushi roll tersebut secara keseluruhan tanpa henti dengan menghadap ke arah dewa keberuntungan, Tokutoshijin. Di tahun 2011 ini, arah keberuntungannya adalah Selatan-Tenggara (南南 东). Orang-orang tidak diizinkan untuk berbicara sampai mereka telah selesai memakan semua Eho-maki mereka.

Biasanya eho-maki memiliki tujuh bahan berbeda termasuk kampyo, shiitake, belut dan telur, yang berdasarkan atas tujuh dewa keberuntungan (七 福神). Karena itu pula angka tujuh dianggap sebagai angka yang paling beruntung di Jepang.

13 Februari 2010

Rencana Hari Valentine!

Hari Valentine sudah mendekat!

Di Jepang ini berarti para wanita harus siap-siap membeli hadiah untuk para pria secara keseluruhan. Jadi bukan hanya untuk cinta sejati (atau kasih sayang ke pacar), tetapi juga untuk para pria di tempat kerja, sekolah, dll.

Hari ini kita bahas hasil survei dari Yahoo! Jepang mengenai semuanya tentang hari St. Valentine...

valentine jepang

Siapa yang paling anda ingin kirimkan hadiah Valentine?

Suami 35,0%
Pacar 26.0%
Seseorang yang saya suka 5,5%
Lain-lain 1,0%
Tidak ada rencana untuk mengirim kepada siapa pun 32,5%


Apa yang anda siapkan sebagai hadiah?

Coklat 55,9%
Coklat, plus barang tak berwujud 13,7%
Coklat, plus barang nyata 11,9%
Coklat, plus barang tak berwujud dan nyata 6,3%
Barang tak berwujud 4,4%
Barang nyata 4,2%
Barang tidak berwujud dan nyata 2,2%


Apa jenis coklat yang anda siapkan?

Coklat buatan tangan, permen-permen 42,6%
Coklat bermerk / kualitas tinggi 24,4%
Beli dari toko kue coklat terkenal 17,8%
Coklat merek favoritnya 14,1%
Coklat unik 8,9%
Selain permen coklat 6,3%


Apa yang penting ketika anda memilih sebuah hadiah?

Memilih sesuatu yang mengekspresikan diri 44,8%
Memilih sesuatu yang diinginkan orang lain 38,9%
Memilih sesuatu yang mengejutkan 23,7%
Mengirimnya dengan surat, kartu pesan 22.2%
Memilih sesuatu yang unik, menyenangkan 14,4%
Memilih sesuatu yang non-konvensional 12,6%


Siapa yang menurut anda wajib untuk diberikan hadiah?

Ayah 28.8%
Rekan kerja laki-laki, kolega 20.3%
Boss laki-laki, senior 16,0%
Teman perempuan, kolega 14.3%
Anak sendiri 11,3%
Bawahan laki-laki (karyawan) 2,5%
Boss wanita, senior 2,5%
Bawahan perempuan (karyawan) 1,5%
Lain-lain (untuk SQs) 7,3%
Tidak ada rencana untuk mengirim kepada siapa pun 41,5%


valentine jepang

Menurut survei, 70 persen para wanita mengatakan mereka akan sangat senang jika tidak ada tradisi wajib dalam memberikan coklat kepada pacar-pacar mereka atau rekan kerja di kantor.

Hampir 60 persen mengatakan mereka merasa tidak bahagia ketika mendekati hari Valentine, dengan alasan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja hadiah. "Sangat merepotkan," kata Yoko Usami, salah seorang karyawan yang sedang sibuk-sibuknya berbelanja coklat.

Tradisi wajib dalam memberikan coklat ini telah tumbuh menjadi sebuah industri sebesar 50 miliar yen setiap tahunnya bagi para pembuat cokelat di Jepang. Bahkan beberapa di antaranya meraup 20 hingga 30 persen dari laba tahunan hanya dalam beberapa minggu di bulan Febuari.

Selamat hari kasih sayang semuanya! ^0^






8 Februari 2010

Setsubun (節分)

Kemaren tanggal 3 Februari orang-orang Jepang merayakan yang namanya hari Setsubun, yaitu festival melempar kacang.

Setsubun


Setsubun atau bisa disebut juga Risshun (立春) dirayakan setiap tanggal 3 Februari sebagai bagian dari festival musim semi (Haru Matsuri).

Dalam hubungannya dengan Tahun Baru Imlek, Haru Matsuri dan Setsubun sebelumnya dianggap sebagai semacam perayaan malam tahun baru yang disertai dengan ritual khusus untuk membersihkan segala roh-roh jahat yang berasal dari tahun lalu dan mengusir roh-roh pembawa penyakit di tahun yang baru. Ritual khusus ini disebut mamemaki (豆撒き) yang artinya melempar kacang.

Setsubun


Mamemaki biasanya dilakukan oleh toshiotoko (年男) yaitu sang kepala rumah tangga atau laki-laki yang shio-nya sama dengan tahun baru kalender China. Meskipun begitu sekarang malah lebih banyak anak-anak yang melempar kacangnya, sebagai simbol untuk mengusir roh jahat dari kehidupan mereka yang masih sangat panjang.

Kacang yang dilempar adalah jenis kacang kedelai yang dipanggang (disebut juga Fuku Mame). Kacang-kacang tersebut dilemparkan ke luar pintu atau kepada anggota keluarga yang mengenakan topeng Oni (setan atau raksasa), sambil menyanyikan lagu "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" (鬼 は 外! 福 は 内!) yang artinya kira-kira seperti "Setan keluarlah! Keberuntungan masuklah!"

Tapi kenapa kacang ya? Karena orang-orang Jepang jaman dulu percaya kalau kacang-kacangan dapat membawa keberuntungan dengan memakannya minimal satu kali dalam setahun.








29 Januari 2010

Yamayaki - Acara Bakar Rumput

Pada setiap akhir bulan Januari, rumput-rumput mati yang berada di perbukitan Wakakusayama, Nara, akan dibakar setelah acara pementasan kembang api yang spektakuler. Tradisi ini disebut Yamayaki.

Tidak jelas cerita di balik tradisi kuno ini. Ada yang bilang tujuannya untuk menyelesaikan perselisihan tanah antara kuil Todaiji dengan Kasuga. Ada juga yang bilang bahwa tradisi ini untuk menghalau para monster yang tinggal di perbukitan.

Diperkirakan sekitar 18 juta orang menonton pertunjukkan ini melalui TV dan secara langsung. Coba nonton deh, pemandangannya bener-bener bagus lho...







24 Januari 2010

Hesokuri: Tabungan Rahasia Para Istri

Krisis ekonomi memang membuat semua orang melakukan penghematan.

Tak terkecuali para ibu rumah tangga di Jepang yang "tabungan rahasia" mereka berkurang sekitar 20 persen di tahun lalu untuk menutup biaya hidup setelah penghasilan keluarga menurun.

Dalam keluarga Jepang, istri biasanya mengendalikan dompet rumah tangga. Kebanyakan suami Jepang kekurangan waktu atau tidak suka dengan perencanaan keuangan dan membayar tagihan ini, tagihan itu. Karena perencanaan anggaran belanja dianggap sebagai aspek penting dalam sebuah manajemen rumah tangga - inilah pekerjaan utama para wanita Jepang yang sudah menikah.

Kadang-kadang ibu rumah tangga menyisihkan sedikit uang sebagai "tabungan rahasia." Tujuannya untuk menutupi pengeluaran darurat yang tak terduga, untuk membeli hadiah bagi anggota keluarga, atau mungkin membelanjakannya tanpa sepengetahuan suami.

Tabungan rahasia ini disebut hesokuri.


hesokuri

Sudah menjadi tradisi bahwa para ibu rumah tangga-lah yang mengontrol keuangan keluarga di Jepang. Setiap bulannya mereka mengumpulkan gaji suami mereka dan menyerahkannya kembali dalam bentuk uang saku untuk menutupi biaya makan siang, minum kopi dan sake dengan teman.

Lalu sedikit uang disisihkan secara diam-diam dari rekening rumah tangga, dan biasanya tersembunyi di tempat dimana anggota keluarga yang lain tidak akan menemukannya. Bahkan kadang-kadang mereka sendiri lupa dimana mereka menaruh tabungan rahasia mereka - karena itu gak heran para mangaka sering menampilkan adegan "lupa" ini di komik mereka.

Meskipun hesokuri umumnya diasosiasikan dengan ibu rumah tangga, suami-pun bisa saja menyisihkan tabungan rahasia mereka juga. Banyak laki-laki menjaga rahasia tabungannya di laci meja yang terkunci di tempat kerja.

kamu ada hesokuri?



Tabungan Rahasia = Hesokuri / 臍繰り



22 Maret 2009

Pohon Sakura Bermekaran!


Siapa yang gak kenal pohon Sakura?

Di Jepang, sudah menjadi sebuah tradisi untuk menyaksikan pohon-pohon Sakura bermekaran bersama keluarga dan tentu saja, kekasih tercinta.

Nama tradisinya adalah hanami (花見).

pohon sakura
Ahh, rasanya damai banget...


Saking pentingnya acara ini, sampe-sampe badan meteorologi Jepang diberi tugas untuk mengawasi kapan pohon-pohon Sakura akan bermekaran. Nah, tahun ini pohon-pohon Sakura di kuil Yasukuni di Tokyo sudah mulai bermekaran, tanda bahwa festival hanami akan segera dimulai!