Tampilkan postingan dengan label FESTIVAL JEPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FESTIVAL JEPANG. Tampilkan semua postingan

22 Februari 2011

Takeuchi Matsuri – Festival Perang Bambu

Takeuchi Matsuri atau festival perang bambu baru saja diadakan di Rokugo, prefektur Akita.

festival perang bambu di jepang

Festival Takeuchi telah menjadi festival yang populer untuk waktu yang lama sebagai festival api dimana orang-orang kota berdoa untuk hasil panen yang baik dalam serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Ini adalah festival yang cukup liar dimana orang-orang bertarung dengan memukul satu sama lain dengan bambu panjang.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok, Utara dan Selatan, yang kemudian saling melawan. Jika pihak Utara menang, hal ini diyakini hasil panen beras akan melimpah. Tapi jika yang menang pihak Selatan, maka diyakini harga beras akan naik.

Seperti yang kamu bayangkan, dua kelompok besar saling memukul satu sama lain dengan tiang bambu, membuat festival ini dipandang cukup berbahaya. Sebuah mobil ambulans disiagakan untuk menangani yang cedera dan puluhan petugas polisi ikut berjaga-jaga untuk memastikan pertempuran itu terbatas pada tiang bambu.

Beruntung, Festival di tahun 2011 ini berakhir tanpa ada yang cedera serius. Berikut video klipnya...



Festival Perang Bambu = Takeuchi Matsuri / 竹打ち祭り

6 Februari 2011

Perayaan Festival Setsubun

Tanggal 3 Februari kemaren adalah hari perayaan Setsubun, hari dimana orang-orang Jepang merayakan datangnya musim semi dengan memakan eho-maki (sushi roll yang panjang).

Berikut adalah video klip yang membawa kita ke dalam sebuah pabrik Eho-maki...


Menurut kebudayaan dan kepercayaan orang Jepang, selain melempar kacang, mereka juga harus memakan sushi roll tersebut secara keseluruhan tanpa henti dengan menghadap ke arah dewa keberuntungan, Tokutoshijin. Di tahun 2011 ini, arah keberuntungannya adalah Selatan-Tenggara (南南 东). Orang-orang tidak diizinkan untuk berbicara sampai mereka telah selesai memakan semua Eho-maki mereka.

Biasanya eho-maki memiliki tujuh bahan berbeda termasuk kampyo, shiitake, belut dan telur, yang berdasarkan atas tujuh dewa keberuntungan (七 福神). Karena itu pula angka tujuh dianggap sebagai angka yang paling beruntung di Jepang.

5 Desember 2010

[Video] Festival Maskot Jepang

Festival maskot baru saja diadakan di kota Hanyu, prefektur Saitama, yang mengundang lebih dari 80 maskot dari seluruh Jepang yang mewakili daerah masing-masing. Ada yang bikin gemes, ada yang aneh, ada pula yang bikin ketawa orang. Simak videonya berikut ini...



24 Juli 2010

[Video] Tokyo Electronic Music Festival & Fashion

Inilah Tokyo. Inilah tempat hangout para kawula muda Tokyo. Pesta tanpa henti di Tokyo Electronic Music Festival & Fashion...












Bagikan


[Video] Lomba Tamagawa Ikada





Bagikan


8 Februari 2010

Setsubun (節分)

Kemaren tanggal 3 Februari orang-orang Jepang merayakan yang namanya hari Setsubun, yaitu festival melempar kacang.

Setsubun


Setsubun atau bisa disebut juga Risshun (立春) dirayakan setiap tanggal 3 Februari sebagai bagian dari festival musim semi (Haru Matsuri).

Dalam hubungannya dengan Tahun Baru Imlek, Haru Matsuri dan Setsubun sebelumnya dianggap sebagai semacam perayaan malam tahun baru yang disertai dengan ritual khusus untuk membersihkan segala roh-roh jahat yang berasal dari tahun lalu dan mengusir roh-roh pembawa penyakit di tahun yang baru. Ritual khusus ini disebut mamemaki (豆撒き) yang artinya melempar kacang.

Setsubun


Mamemaki biasanya dilakukan oleh toshiotoko (年男) yaitu sang kepala rumah tangga atau laki-laki yang shio-nya sama dengan tahun baru kalender China. Meskipun begitu sekarang malah lebih banyak anak-anak yang melempar kacangnya, sebagai simbol untuk mengusir roh jahat dari kehidupan mereka yang masih sangat panjang.

Kacang yang dilempar adalah jenis kacang kedelai yang dipanggang (disebut juga Fuku Mame). Kacang-kacang tersebut dilemparkan ke luar pintu atau kepada anggota keluarga yang mengenakan topeng Oni (setan atau raksasa), sambil menyanyikan lagu "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" (鬼 は 外! 福 は 内!) yang artinya kira-kira seperti "Setan keluarlah! Keberuntungan masuklah!"

Tapi kenapa kacang ya? Karena orang-orang Jepang jaman dulu percaya kalau kacang-kacangan dapat membawa keberuntungan dengan memakannya minimal satu kali dalam setahun.