Tampilkan postingan dengan label LEGENDA JEPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEGENDA JEPANG. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2013

Onna-Bugeisha

Pernah dengar istilah "Onna-bugeisha"?

Onna-bugeisha adalah sejenis pendekar wanita yang dulu pernah ada di Jepang. Mereka terdiri dari para ibu rumah tangga, janda, aktivis, dan anak-anak perempuan yang pandai bermain pedang. Dan tidak hanya sebatas bermain pedang, mereka pun dapat ikut terjun ke dalam medan perang yang ganas kalau memang diharuskan.

Onna Bugeisha Jepang

Zaman dulu sebelum ada kelas Samurai, para petarung Jepang dilatih untuk menggunakan pedang dan tombak. Selain agar dapat melindungi keluarga, mereka juga harus memperjuangkan kehormatan mereka. Onna-bugeisha lahir dari sana. Berbeda dengan kebanyakan negara yang tidak memperbolehkan wanita ikut berperang, para wanita di Jepang justru harus belajar menggunakan pedang sejenis naginata dan kaiken, juga berlatih tantojutsu untuk melindungi diri mereka dari berbagai ancaman. Pelatihan para wanita ini biasanya bertujuan agar wilayah-wilayah di Jepang tidak kekurangan prajurit perang, meskipun jumlah petarung laki-lakinya sedikit.

Onna Bugeisha Jepang

Jenis pedang yang paling umum digunakan oleh para Onna adalah Naginata, yaitu sejenis pedang panjang yang ujungnya sedikit membengkok. Pedang ini terkenal efisien dan fleksibel dalam membentuk gerakan, sehingga banyak petarung menyukainya. Oleh sebab ini jugalah, pedang ini menjadi pelengkap citra diri dari para pendekar wanita.

14 Juli 2010

Bakeneko / Nekomata - Kucing Berkekuatan Supranatural

Pada zaman dahulu kala, ketika samurai dan ninja masih menguasai Jepang, kucing adalah salah satu hewan yang sangat ditakuti. Kucingnya lebih sering dikenal dengan nama Bakeneko dan Nekomata.

Bakeneko


Dalam cerita dongeng Jepang, setiap kucing yang hidup lebih dari 13 tahun, mencapai berat 3,75 kg, atau diperbolehkan untuk mempunyai ekor yang panjang, bisa menjadi Bakeneko (化け猫) atau siluman kucing.

Konon siluman kucing ini bisa memakan apapun dan siapapun yang ada di hadapannya. Dan ketika ekor Bakeneko tumbuh cukup panjang, ekornya akan terbelah menjadi dua, lalu berubah menjadi Nekomata.


Nekomata


Pada awal abad ke-17, hewan kucing dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk memakan tikus-tikus yang mengancam ulat sutra. Pada waktu itu kucing tidak boleh diperjual-belikan dan mereka dilepas begitu saja, bebas berkeliaran di sekitar desa dan kota.

Cerita tentang kucing-kucing jalanan yang ganas akhirnya menjadi dongeng terkenal dari generasi ke generasi. Ada banyak orang yang membicarakan tentang kemampuan supranatural yang dimiliki Bakeneko dan Nekomata.

Mereka bisa berbicara dengan bahasa manusia (bahasa Jepang tentu saja), mereka bisa berjalan dengan dua kaki, membunuh manusia kemudian berubah bentuk menjadi korbannya, dan bahkan membangkitkan orang mati untuk menghantui yang masih hidup.

Karena cerita-cerita mengerikan itu, banyak orang Jepang yang memotong ekor kucing untuk menghentikan mereka berubah menjadi siluman. Itu sebabnya pula muncul satu jenis ras kucing baru yang ekornya bulat seperti ekor kelinci.

Namanya ras kucing Japanese Bobtail.

jepang


Ada juga cerita seperti ini... suatu hari seekor kucing sedang menghangatkan dirinya di dekat perapian. Tapi karena terlalu dekat, ekornya sampai terbakar. Kaget dan ketakutan, sang kucing berlari-lari mengitari satu desa dan ekornya mengenai rumah-rumah disana (zaman dulu kan semuanya terbuat dari kayu) sampai satu desa hangus.

Saat kaisar Jepang mengetahui hal ini, dia mengira kucing tersebut adalah siluman Nekomata dan langsung memerintahkan rakyatnya untuk memotong semua ekor kucing yang panjang.

Kasihan banget.


jepang