13 Desember 2012

Wahai Orangtua, Jangan Namai Anakmu "Pikachu"

Selama beberapa abad, para orangtua di Jepang senang memberi anak mereka nama-nama Jepang yang biasa. Tentu, belakangan ini banyak tren baru yang bermunculan, tetapi yang paling membingungkan justru tren dalam memberikan anak-anak mereka nama yang aneh. Tren ini sangat mungkin menimbulkan kekhawatiran akan adanya intimidasi dari lingkungan sekitar anak-anak di kemudian hari, seperti "bullying" di sekolah misalnya.

Nama orang Jepang jelas berbeda dari nama orang Indonesia. Menurut tradisi, nama depan dipilih berdasarkan jumlah goresan pada nama belakang, dan didasarkan pada arti dari huruf kanji yang digunakan di nama depan. Sebagian kanji lebih disukai karena arti dibalik kanji tersebut.

Anak perempuan biasanya diberikan nama yang lebih sederhana karena nama belakang mereka akan berganti setelah mereka menikah, dan para orangtua khawatir jika mereka memberikan nama yang rumit dengan banyak jumlah goresan, maka nama itu tidak akan sesuai atau enak didengar bila dipadukan dengan nama belakang mereka yang baru.

Sekarang, banyak orangtua muda memilihkan nama yang "gemerlap" bagi anaknya, seperti "kirakira neemu", atau キラキラネーム. Nama seperti ini hanya didasarkan dari enak-tidaknya nama ini terdengar saat diucapkan, dan huruf-huruf kanjinya tidak mempunyai arti yang begitu bermakna. Bahkan terkadang, orang-orang memberi anak mereka nama-nama dari manga, anime atau video game, contohnya... Pikachu.

Wahai Para Orangtua Baru, Tolong Jangan Namai Anakmu

Di koran Jepang, ada kolom-kolom yang didalamnya mendiskusikan mengenai kasus penyiksaan atau "bullying" terhadap anak-anak yang memiliki nama tidak biasa. Namun satu daya tarik dari nama-nama unik ini adalah justru mereka yang memilikinya bisa menjadi lebih menonjol di lingkungan sekitar. Para orangtua tidak ingin anak mereka memiliki nama depan yang sama seperti anak-anak lain. Banyak nama belakang yang memang sudah umum di Jepang, jadi keinginan untuk menjadi berbeda itu bisa dimengerti.

Untuk pemilihan umum selanjutnya di Jepang, partai demokrat-liberal disana juga menganggap ini sebagai sebuah kasus politik, dan mereka berpendapat para orangtua harus dididik lebih baik mengenai hal ini. "Anak bukanlah hewan peliharaan," ujar mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe. "Para orangtua ini jelas memerlukan bimbingan."

Salah satu dari nama-nama gemerlap yang dijadikan sebagai contoh adalah "Pikachu", dimana kanji yang terlibat adalah kanji 光宙, yang secara harfiah berarti "cahaya" dan "luar angkasa". Oke, nama Pikachu memang bagus, tapi tetap saja terdengar seperti nama hewan.

Selama beberapa dekade mengikuti perang di Jepang, nama anak-anak perempuan umumnya diberi kanji "ko" (子), sehingga menghasilkan banyak sekali wanita yang bernama seperti "Yoko", "Kyoko", atau "Yuko". Salah satu alasan mengapa "ko" sering sekali digunakan pada saat itu adalah karena Permaisuri Michiko. Dia adalah gadis pertama dari kalangan orang biasa yang menjadi anggota dari keluarga imperial Jepang melalui jalur pernikahan. Sekarang, "ko" sudah menjadi nama yang kuno bagi sebagian kalangan. Setelah demam "ko", kini semakin banyak perempuan yang memiliki nama dengan kanji "mi" (美), yang berarti "cantik".

Tren nama-nama gemerlap ini sebenarnya mirip dengan kebiasaan orang barat yang menamai anak mereka berdasarkan enak-tidaknya nama itu terdengar. Tentu, sebagian orang memberikan anak mereka nama keluarga mereka atau mengecek dulu arti dari nama yang akan mereka berikan, tetapi banyak yang tidak menghiraukannya. Orang-orang harusnya memilihkan nama yang bagus sehingga anak-anak mereka bangga akan nama tersebut.

Maka dari itulah, wahai para orangtua - baik di Jepang maupun di belahan dunia lain - tolong jangan namai anakmu yang aneh-aneh. Unik boleh, tapi jangan Pikachu. Jangan.

Ada Yang Salah Di Toko Ini...

Ada Yang Salah Di Toko Ini...

10 Desember 2012

[Video] Cara Murid-Murid Jepang Menyontek







7 Desember 2012

Sekarang Kamu Bisa Pesan KFC Di Udara

Kamu suka makan ayam goreng khas Kentucky Fried Chicken? Sekarang, kamu bisa pesan menu KFC favorit kamu saat kamu sedang naik pesawat terbang. Japan Airlines kini menawarkan hidangan gurih KFC bagi para penumpangnya.


Kamu Bisa Pesan KFC Di Pesawat Terbang



Kamu Bisa Pesan KFC Di Pesawat Terbang

6 Desember 2012

Awas! Para Wanita Ini Berbahaya

Awas! Para Wanita Ini Berbahaya

Awas! Para Wanita Ini Berbahaya

Awas! Para Wanita Ini Berbahaya

Awas! Para Wanita Ini Berbahaya

Fotografer Jepang, Tsuyoshi Ozawa, telah menciptakan serangkaian foto yang disebut "Senjata Sayuran" yang menampilkan sosok para wanita sedang memegang senjata yang terbuat dari sayuran. Pesan moral yang ingin dia sampaikan adalah perdamaian.

5 Desember 2012

Kursus Kilat Untuk Menjadi Santa Claus Jepang

Melakukan trik sulap dan bersahut 'Ho ho ho!' adalah bagian dari kursus untuk menjadi Santa di Jepang, setidaknya itulah yang diajarkan di Tokyo Santa Claus Academy yang melatih para calon Santa di negeri yang terkenal dengan anime dan manga ini. Pada akhir pekan lalu, 88 orang Jepang, mulai dari yang muda sampai yang tua, masuk sekolah unik di distrik Roppongi, Tokyo, untuk mengikuti kursus kilat bagaimana cara berperilaku sebagai "Santa-san" untuk meramaikan suasana natal di Jepang.

"Ada banyak anak-anak yang tidak percaya Santa Claus lagi," kata Masaki Azuma, sang kepala sekolah Tokyo Santa Claus Academy. "Jadi saya berkata kepada diri sendiri, 'Mari kita bawa Santa Claus kembali.'"

Kursus Kilat Untuk Menjadi Santa Claus Jepang

Sesi pagi dimulai dengan Masaki-san yang melatih para siswa untuk mempunyai pola pikir, sifat dan kebiasaan yang sama dengan Santa Claus, seperti misalnya; mendengarkan permintaan anak-anak, suka minum susu dan selalu membawa hadiah. Masaki-san juga mengajari mereka beberapa trik sulap untuk mencairkan suasana.

Sesi terakhir dikhususkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang sering kali diberikan oleh anak-anak, misalnya seperti "Rumah saya tidak memiliki cerobong asap dan kami juga memiliki sistem keamanan yang memonitor rumah, jadi bagaimana Santa-san bisa datang dan memberikan saya hadiah?" Iya, susah juga menjawabnya ya.

Meskipun umurnya Masaki-san mendekati 70 tahun, Masaki-san telah berjanji untuk terus mengajar di sekolahnya sampai dia tidak bisa berdiri lagi. "Meskipun jaman berubah terus, Santa Claus adalah sosok yang perlu hidup dalam hati setiap orang," katanya sambil bersahut 'Ho ho ho!'

Pohon Natal Emas Disney Dijual Seharga 40 Miliar

Desember adalah bulan dimana warna perak dan emas berkilauan, serta pohon-pohon dihiasi dengan segala macam pernak-pernik yang cantik. Sebuah toko perhiasan di Tokyo, Ginza Tanaka, menjual Pohon Natal Emas Disney untuk menyambut dan merayakan natal. Kamu bisa membayar uang sebesar 350 juta yen atau sekitar Rp. 40 miliar untuk membawa pohon natal emas ini pulang ke rumah.

Pohon Natal Emas Disney Dijual Seharga 40 Miliar

Dibuat berkat kerjasama dengan Walt Disney Jepang juga dalam rangka memperingati ulang tahun Walt Disney yang ke-110, pohon natal yang terbuat dari 40 kg emas ini mempunyai tinggi sekitar 2,4 meter dan berdiameter 1,2 meter. Setiap sisinya dihiasi dengan 50 karakter Disney yang mewah mulai dari Miki Tikus, Mini Tikus, Gufi, Donal Bebek, Tinker Bell hingga Cinderella, yang kesemuanya terbuat dari emas murni.

Simak videonya berikut ini...